Mewujudkan Purwakarta Istimewa
Apa yang membuat Anda tertarik
Kamis, 27 Agustus 2026 01:56
Purwakarta - Bupati Purwakarta, Om Zein, mengungkapkan sebanyak 92 kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Purwakarta selama periode Juli hingga Agustus 2026.Menurut Om Zein, sebagian besar kejadian kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh berbagai potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran.“Penyebab utamanya rata-rata karena kelalaian kita sendiri. Dengan demikian, tingkatkan kewaspadaan,” ujar Om Zein.Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber yang berpotensi menimbulkan kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun tempat usaha.Penggunaan peralatan listrik, kompor, pembakaran sampah, maupun aktivitas lain yang melibatkan api harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Kelalaian kecil dapat berakibat fatal dan menimbulkan kerugian besar.Om Zein juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, warga diharapkan segera mengambil langkah pencegahan dan melaporkannya kepada pihak terkait.Tingginya angka kejadian kebakaran selama dua bulan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.“Jangan sampai kita lengah. Kewaspadaan dan kehati-hatian harus ditingkatkan,” pesannya.Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan angka kejadian kebakaran di Kabupaten Purwakarta dapat ditekan sehingga keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan dapat lebih terjaga. (Diskominfo Purwakarta)
Rabu, 26 Agustus 2026 08:56
Purwakarta - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menghadiri kegiatan pembagian bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian yang digelar di Lembur Harepan, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Selasa, (25/8/2026).Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pangan dan Pertanian menyerahkan bantuan sebanyak 34 unit mesin pompa air kepada kelompok tani yang berasal dari tujuh kecamatan di Kabupaten Purwakarta.Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung sektor pertanian, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian di tengah ancaman musim kemarau dan potensi kekeringan.Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian. Karena itu, bantuan pompa air diharapkan dapat membantu para petani memperoleh akses air secara lebih mudah sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.Pemerintah Kabupaten Purwakarta menilai dukungan sarana dan prasarana pertanian merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.Melalui bantuan tersebut, para kelompok tani diharapkan dapat memanfaatkan mesin pompa air secara optimal, menjaga lahan pertanian tetap produktif, serta meningkatkan hasil pertanian.Penyerahan bantuan ini juga menjadi wujud sinergi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memberikan dukungan nyata kepada masyarakat petani.Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Purwakarta, Asisten Daerah, para kepala dinas dan badan, kepala bagian, para camat, serta para ketua dan anggota kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kabupaten Purwakarta.<!-- x-tinymce/html --> Dengan adanya bantuan 34 unit pompa air tersebut, pemerintah berharap kebutuhan air para petani dapat lebih terjamin, terutama saat memasuki musim kemarau, sekaligus mendukung upaya menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Purwakarta. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 21 Agustus 2026 05:33
Purwakarta - Keceriaan dan penuh gelak tawa mewarnai lomba Agustusan yang di gelar di halaman Dinas Kominfo kabupaten Purwakarta. Beragam lomba di ikuti seluruh personil yang terbagi dengan bidang yang ada, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Jumat (21/8/2026).Lomba yang di gelar sengaja memancing gelak tawa peserta dan suporter masing - masing. Seperti lomba makan kerupuk,permainan air, memasukan tepung, permainan balon, Yel yel, dan tidak lupa lomba nasi liwet.Rangkaian Kegiatan ini tidak lain adalah untuk membangun kebersamaan sekaligus memeriahkan suasana HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lomba juga bertujuan menguji kekompakan, ketangkasan, hingga kerja sama tim. Namun sebelumnya diawali dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purwakarta, Hendra Fadly, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh pegawai untuk menikmati rangkaian kegiatan dengan penuh kebahagiaan serta tetap menjaga kekompakan.Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun kekompakan di lingkungan kerja."Melalui kegiatan ini, kita ingin bangun kebersamaan dan kekompakan antar pegawai dan pimpinan di lingkungan Dinas Kominfo " kata Kepala Diskominfo Purwakarta, Hendra Fadly, Jumat, (21/8).Semangat kemerdekaan pun terasa semakin kuat melalui kebersamaan seluruh keluarga besar Diskominfo Purwakarta. Bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana seluruh pegawai dapat tertawa, bergembira, dan merayakan HUT kemerdekaan bersama. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 21 Agustus 2026 01:07
Purwakarta - Setelah tertunda 6 tahun Kabupaten Purwakarta bersiap merombak cetak biru wilayahnya untuk dua dekade mendatang, melalui penataan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Purwakarta.Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Purwakarta saat ini menjadi momentum krusial bagi Purwakarta untuk menjawab tantangan zaman. Sejak peninjauan kembali terakhir pada 2016 dan revisi pada 2021 berdasarkan surat Menteri ATR/BPN , dinamika kebijakan nasional serta pesatnya pertumbuhan daerah telah mengubah peta kebutuhan ruang secara signifikan.Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat Sri Jaya Midan menekankan RTRW sangat penting untuk mengakomodasi perkembangan kawasan industri, pertanian, dan pariwisata tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Namun, ada yang istimewa dalam rancangan besar kali ini Purwakarta tidak hanya bicara soal beton dan aspal, melainkan tentang jiwa sebuah wilayah.Filosofi Tri Tangtu: Fondasi Ruang SundaDalam penyusunan Peraturan Daerah tentang RTRW, Pemerintah Kabupaten Purwakarta sepakat mengusung filosofi Tritangtu. Ini merupakan konsep tradisional masyarakat Sunda yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.Integrasi nilai kearifan lokal ini adalah strategi untuk memastikan Purwakarta tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang tetap memegang teguh karakter Sunda. Dengan menyelaraskan tata wilayah melalui zonasi yang tepat dan tata lampah melalui regulasi perilaku masyarakat terhadap lingkungan, Purwakarta menargetkan diri menjadi daerah yang maju dan mandiri."Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW merupakan salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Purwakarta. RTRW tidak hanyamen jadi pedoman dalam pemanfaatan ruang dan pengembangan wilayah, tetapi juga menjadi landasan dalam mengarahkan pembangunan agar dapat berjalan secara terpadu, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik serta potensi wilayah Kabupaten Purwakarta."Kata Sri Jaya Midan saat mensosialisasikan RTRW, di Aula BJB Purwakarta, Kamis (20/8).Menurut Sri Jaya Midan, melalui RTRW, Kabupaten Purwakarta, memiliki arah yang jelas dalam menentukan struktur ruang dan pola ruang wilayah, mengendalikan pemanfaatan ruang, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. RTRW juga menjadi dasar dalam menciptakan kepastian dan keteraturan dalam pembangunan, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam memanfaatkan ruang. "Kabupaten Purwakarta memiliki posisi yang strategis dan memiliki berbagai potensi wilayah, baik dari sisi ekonomi, industri, pertanian, perdagangan dan jasa, pariwisata, maupun sumber daya alam. Kondisi tersebut tentu memberikan peluang yang besar bagi perkembangan wilayah, namun di sisi lain juga membutuhkan pengelolaan ruang yang baik agar pertumbuhan dan pembangunan tidak menimbulkan konflik pemanfaatan ruang maupun memberikan tekanan terhadap lingkungan.,"ungkapnya.Dikatakan Sri Jaya Midan, Penyusunan dan implementasi RTRW juga membutuhkan sinergi lintas sektor dan lintas wilayah. Hal ini penting mengingat pembangunan suatu wilayah tidak dapat berdiri sendiri dan memiliki keterkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta. (Diskominfo Purwakarta)
Kegiatan Kabupaten Purwakarta