Mewujudkan Purwakarta Istimewa
Apa yang membuat Anda tertarik
Kamis, 01 Oktober 2026 02:51
Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta memperkuat sinergi dalam penanganan permasalahan hukum, khususnya di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Rabu, (30/9/2026).Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara para Kepala Perangkat Daerah dengan Kajari.Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Pemda Purwakarta dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun langkah preventif dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Purwakarta dan Kejari diharapkan dapat berjalan beriringan dalam memberikan pendampingan serta penyelesaian persoalan hukum di bidang Datun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Kerja sama ini juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.Pendampingan hukum diharapkan dapat membantu perangkat daerah memahami aspek hukum dalam pelaksanaan tugas dan kewenangannya, sekaligus memperkuat langkah preventif agar potensi persoalan hukum dapat diantisipasi sejak awal.Penandatanganan MoU dan PKS tersebut sekaligus mempertegas komitmen kedua institusi dalam mengawal pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Purwakarta agar berjalan sesuai aturan dan memiliki kepastian hukum.Dengan adanya sinergi tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan semakin cermat dalam menjalankan program, mengambil kebijakan, serta mengelola berbagai kegiatan pemerintahan dan pembangunan.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Purwakarta**, serta jajaran pejabat struktural dari Kejaksaan Negeri Purwakarta.Kerja sama Pemkab Purwakarta dan Kejari ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi dapat menjadi instrumen nyata dalam memperkuat pencegahan persoalan hukum sekaligus mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang tertib dan bertanggung jawab. (Diskominfo Purwakarta)
Senin, 28 September 2026 01:45
Purwakarta - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menghadiri acara Milangkala Desa Dangdeur ke-43 sekaligus peringatan satu tahun Pasar Sasagaran dan Lingkung Seni Galura Jomantara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Sasagaran, Kampung Dangdeur, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Minggu, (27/9/2026).Kegiatan ini menjadi momentum ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Desa Dangdeur yang telah memasuki usia 43 tahun. Perayaan tersebut sekaligus menandai satu tahun perjalanan Pasar Sasagaran dan Lingkung Seni Galura Jomantara dalam mendukung aktivitas ekonomi serta pelestarian budaya di tengah masyarakat.Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, pengelola pasar, para pedagang dan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menciptakan suasana kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di tingkat desa.Perayaan Milangkala berlangsung semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya dan kesenian lokal. Masyarakat disuguhkan pertunjukan Mapag Budaya, tari jaipong Maung Lugay, paduan suara, hingga penampilan Lingkung Seni Galura Jomantara.Suasana semakin meriah dengan penampilan spesial dari Ohang dan Ceu Popon yang menghibur masyarakat yang hadir.Selain pertunjukan seni dan budaya, rangkaian acara juga diisi dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur serta penyerahan sertifikasi halal secara simbolis.Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan Desa Dangdeur yang telah mencapai usia 43 tahun, sekaligus satu tahun keberadaan Pasar Sasagaran dan Lingkung Seni Galura Jomantara.Menurutnya, keberadaan pasar dan ruang kesenian di tengah masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.Ia berharap Pasar Sasagaran dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para pedagang serta masyarakat sekitar. Sementara itu, keberadaan Lingkung Seni Galura Jomantara diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai dan melestarikan kesenian daerah.Bupati juga menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah bersama masyarakat dapat membangun ruang ekonomi, sosial dan budaya yang memberikan manfaat nyata bagi warga.“Semoga Desa Dangdeur semakin maju, Pasar Sasagaran semakin berkembang, dan kesenian serta budaya lokal terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.Begitu pula dengan Lingkung Seni Galura Jomantara yang diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat dalam menjaga, mengembangkan dan memperkenalkan kesenian serta budaya lokal kepada generasi berikutnya.Pemerintah berharap penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas perdagangan, pelestarian budaya, serta peningkatan perekonomian masyarakat Desa Dangdeur dan sekitarnya.Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama Perumda Air Minum Gapura Tirta Rahayu (PDAM) Purwakarta, Ketua APDESI Purwakarta, para Kepala Desa se-Kecamatan Bungursari, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat sekitar.Milangkala Desa Dangdeur ke-43 pun menjadi momentum untuk merayakan perjalanan desa sekaligus melihat keberadaan Pasar Sasagaran dan Lingkung Seni Galura Jomantara sebagai bagian dari geliat ekonomi dan budaya masyarakat setempat. (Diskominfo Purwakarta)
Sabtu, 26 September 2026 13:49
Purwakarta - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein membuka kegiatan Jalan Santai dan Ngosrek Istimewa dalam rangka memperingati Dies Natalis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-60 tahun. Kegiatan tersebut dipusatkan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.Kegiatan diawali dengan jalan santai yang dimulai dari halaman Bale Guru Linuhung Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Ngosrek menyusuri kawasan Jalan Baru hingga titik finish.Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis KAHMI ke-60. Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan kebersamaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.Bupati juga menjelaskan bahwa Ngosrek merupakan salah satu program unggulan Kabupaten Purwakarta yang menjadi gerakan rutin untuk memungut sampah dan menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan.Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kegiatan yang menggabungkan olahraga, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan dinilai memiliki manfaat yang luas.“Melalui kegiatan Ngosrek, kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ini bukan sekadar memungut sampah, tetapi membangun kebiasaan dan kesadaran bersama,” ujar Bupati.Kolaborasi antara peringatan Dies Natalis KAHMI ke-60 dengan program Ngosrek diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah, alumni KAHMI, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.Jalan santai dan Ngosrek Istimewa tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga turut berkontribusi menjaga lingkungan sepanjang rute kegiatan hingga Jalan Baru sebagai lokasi finish.Momentum Dies Natalis KAHMI ke-60 pun tidak sekadar menjadi perayaan organisasi, tetapi turut diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan. (Diskominfo Purwakarta)
Sabtu, 26 September 2026 05:37
Purwakarta - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menghadiri kegiatan Hajat Lembur yang digelar di Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta,Jumat,(25/9/2026) malam.Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana meriah dan penuh keakraban bersama masyarakat.Hajat Lembur tidak hanya menjadi sarana hiburan yang merakyat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat kedekatan emosional antara pemimpin dan warga dalam suasana yang lebih cair.Perpaduan antara tradisi masyarakat, pemerintahan, dan ruang dialog publik menjadikan Hajat Lembur sebagai panggung kebersamaan yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan bahwa tugas utama seorang pemimpin pada dasarnya adalah menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.Menurutnya, kebahagiaan tersebut dapat diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun peningkatan kualitas pelayanan publik.Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam pembangunan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.“Ketika rakyat bisa tersenyum lepas dan hidup dengan tenang, itulah tanda sejati dari kesejahteraan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.Bupati menilai pembangunan tidak hanya dapat diukur dari pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menciptakan rasa aman, nyaman, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.Sementara itu, Kapolres Purwakarta menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Menurutnya, menjaga kondusivitas wilayah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat juga sangat diperlukan, termasuk lingkungan keluarga.Karena itu, masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga keamaan dan ketertiban mulai dari lingkungan masing-masing sehingga suasana kondusif dapat terus dipertahankan.Kegiatan Hajat Lembur Desa Tegaldatar semakin semarak dengan hadirnya sejumlah artis dan pelawak, di antaranya Sule, Ohang, Gita KDI, Aep Bancet, Ceu Popon, serta Emka 9 PW.Kehadiran para pengisi acara tersebut menambah semarak kegiatan yang diikuti masyarakat dengan penuh antusias.Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Purwakarta, anggota DPRD, para Kepala Perangkat Daerah, para Camat, tokoh masyarakat, para kepala desa se-Kecamatan Maniis, serta masyarakat Desa Tegaldatar dan sekitarnya.Hajat Lembur di Desa Tegaldatar pun menjadi gambaran bagaimana tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk membangun kedekatan antara pemerintah dengan warga. (Diskominfo Purwakarta)
Kegiatan Kabupaten Purwakarta