Mewujudkan Purwakarta Istimewa
Apa yang membuat Anda tertarik
Minggu, 05 Juli 2026 14:37
Purwakarta - Publik sosial baru-baru ini digemparkan oleh unggahan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein. Sebuah lagu berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" yang diunggah di akun pribadinya menuai sorotan tajam dan memicu kontroversi di kalangan publik.Polemik ini akhirnya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tidak tinggal diam, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut langsung memanggil Om Zein untuk meminta klarifikasi, hingga berujung pada pemberian "sanksi sosial" yang terbilang unik dan menantang.Duduk Perkara Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat"Lagu yang diunggah pada Januari 2026 tersebut dinilai oleh sebagian kalangan mengandung narasi yang kurang pantas dan cenderung merendahkan kaum perempuan. Kritik pun berdatangan dari berbagai organisasi masyarakat dan netizen yang menyayangkan sikap seorang kepala daerah.Dalam pertemuan khusus bersama Dedi Mulyadi, Om Zein secara terbuka membeberkan asal-usul lagu tersebut. Ia menjelaskan bahwa lirik lagu itu murni terinspirasi dari perjalanan dan pengalaman hidup pribadinya di masa lalu."Saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk menyinggung ataupun merendahkan harkat martabat perempuan," tegas Om Zein memberikan klarifikasi.Pengakuan Masa Lalu Om Zein: Pernah Punya Tiga IstriDi hadapan Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta ini blak-blakan mengenai masa lalunya yang kelam sebelum terjun ke panggung politik. Ia mengakui bahwa kehidupannya dahulu penuh dengan kekeliruan, bahkan secara jantan menyebutkan dirinya pernah memiliki tiga orang istri.Namun, roda kehidupan Om Zein berputar ketika ia bertemu dan mendapat bimbingan langsung dari Dedi Mulyadi. Dorongan kuat dari Dedi untuk maju sebagai calon Bupati Purwakarta diakui menjadi titik balik (turning point) hidupnya. Sejak saat itu, Om Zein berkomitmen penuh untuk memperbaiki diri, bertobat, dan memfokuskan sisa hidupnya demi mengabdi kepada masyarakat Purwakarta.Sanksi Sosial dari Dedi Mulyadi: Wajib Pakai Uang Pribadi!Meski menerima dan memahami penjelasan serta latar belakang penciptaan lagu tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap menilai perlunya tindakan nyata sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Menurut Dedi, seorang pemimpin harus membuktikan komitmen moralnya lewat aksi konkret, bukan sekadar kata-kata.Sebagai bentuk sanksi sosial sekaligus edukasi, Dedi Mulyadi memberikan tugas khusus kepada Om Zein untuk merenovasi 10 rumah layak huni bagi janda muda yang membutuhkan di Kabupaten Purwakarta.Aturan Main Sanksi Sosial Om Zein:• Dilarang Menggunakan APBD: Seluruh biaya pembangunan dan renovasi harus bersumber dari kantong pribadi Om Zein.• Bantuan Pendidikan Anak: Selain menyediakan hunian yang layak, Om Zein diwajibkan menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak dari janda muda tersebut.• Misi Memuliakan Perempuan: Gerakan ini bertujuan sebagai kompensasi moral untuk mengangkat kembali derajat kaum perempuan."Kalau saya bolehlah memberikan sanksi sosial, sanksinya adalah Bapak Bupati (Om Zein) merenovasi 10 rumah untuk janda muda di Purwakarta tanpa menggunakan APBD, itu artinya harus menggunakan uang pribadi. Sekaligus membantu pendidikan anak-anak mereka, bagian dari memuliakan perempuan," tegas Dedi Mulyadi dengan nada berwibawa.Komitmen Om Zein untuk Warga PurwakartaMenerima titah khusus dari sang Gubernur, Om Zein menyatakan kesiapannya untuk segera melaksanakan tugas tersebut. Langkah ini dipandang banyak pihak sebagai langkah cerdas dedolisisasi konflik, di mana kontroversi seni diubah menjadi program kesejahteraan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat miskin.Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para pejabat publik di era digital saat ini. Bahwa setiap konten yang diunggah ke media sosial akan selalu memicu multitafsir. Namun, respons cepat Dedi Mulyadi dalam mengubah polemik menjadi aksi sosial patut diapresiasi sebagai gaya kepemimpinan yang solutif.Kini masyarakat Purwakarta menanti realisasi janji Om Zein untuk menyulap rumah-rumah tidak layak huni milik para janda muda tersebut menjadi istana yang nyaman bagi masa depan anak-anak mereka. (Diskominfo Purwakarta)
Minggu, 05 Juli 2026 12:30
Purwakarta - Setelah Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh kritik tajam netizen terkait sebuah lagu berjudul "Lalaki Langit Lalanang Bejad". Lagu yang dinilai kontroversial tersebut menyeret nama Bupati Purwakarta, Om Zein. Menanggapi polemik yang menggelinding panas di tengah masyarakat, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), langsung memanggil sang bupati untuk memberikan klarifikasi.Pemanggilan tersebut disiarkan secara terbuka melalui kanal YouTube resmi Kang Dedi Mulyadi. Langkah ini diambil sebagai bentuk pembinaan agar kegaduhan di publik tidak terus berlarut-larut.KDM: Bukan Hukuman, Melainkan Pembinaan Kepala DaerahDalam video podcast tersebut, Kang Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kehadiran Bupati Purwakarta Om Zein bukan untuk diadili atau dijatuhi hukuman. KDM menjelaskan batasan wewenang yang dimilikinya sebagai pemimpin wilayah Jawa Barat."Jadi Bapak Bupati (Om Zein) sengaja kita undang pada hari ini tidak untuk melakukan hukuman, karena kita tidak punya otorisasi untuk memberikan hukuman kepada Kepala Daerah," ujar KDM."Tetapi kita ini diberikan tugas untuk melakukan pembinaan, pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Daerah. Sebenarnya kalau sanksi itu ada di Kemendagri," tambahnya secara jelas.Perjalanan Spiritual dan Masa Lalu Kelam Om ZeinDitulis Sejak Tahun 2020 berbentuk PuisiSaat dikonfirmasi langsung oleh KDM mengenai latar belakang lahirnya lirik lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad", Om Zein membeberkan fakta di balik proses kreatifnya. Ia mengungkapkan bahwa karya tersebut lahir dari gejolak batin masa lalunya yang kelam jauh sebelum ia menjabat sebagai orang nomor satu di Purwakarta.Asal-usul Lirik: Berawal dari suasana kebatinan dan perjalanan spiritual pribadi yang berliku.Waktu Pembuatan: Ditulis pertama kali dalam bentuk puisi pada tahun 2020.Tema Utama: Refleksi kisah hidup, lika-liku asmara, dan kondisi keluarganya pada saat itu.KDM pun meluruskan pemahaman publik agar tidak terjadi salah paham. Ia membenarkan bahwa proyek lagu tersebut dibuat saat Om Zein masih berstatus sebagai pengusaha, bukan seorang pejabat publik."Bapak ini sebelum jadi Bupati itu nakal, makanya membuat lirik Lalaki Langit Lalanang Bejad," celetuk KDM yang langsung diamini oleh Om Zein."Iya itu betul cerita tentang diri saya," jawab Om Zein jujur.Bupati Purwakarta Minta Maaf: Murni Otobiografi, Bukan Merendahkan WanitaMeskipun liriknya menuai reaksi negatif karena dinilai menggunakan diksi yang kurang pantas, Om Zein menegaskan sama sekali tidak ada niat untuk merendahkan kaum perempuan. Lagu tersebut murni merupakan otobiografi atau refleksi atas kenakalan masa lalunya sendiri.Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada warga Purwakarta dan masyarakat luas, Om Zein menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan."Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," tegas Om Zein mengakhiri klarifikasinya.Dengan adanya penjelasan langsung di hadapan Kang Dedi Mulyadi, diharapkan masyarakat dapat melihat konteks utuh di balik lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad" sebagai bagian dari masa lalu seseorang yang kini telah berproses menjadi lebih baik. (Diskominfo Purwakarta)
Minggu, 05 Juli 2026 11:30
Purwakarta – Kampung Tajur yang terletak di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang memikat. Alasan utama para wisatawan berbondong-bondong berkunjung ke kampung ini adalah arsitektur lokalnya yang unik: rumah panggung tradisional yang terbuat dari kayu dan bambu, lengkap dengan atap ijuk yang khas. Keunikan yang jarang ditemukan di tempat lain inilah yang menjadi magnet utama pariwisata setempat.Namun, modernisasi mulai mengancam kelestarian arsitektur tradisional tersebut. Menanggapi fenomena ini, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein mengambil langkah berani demi menyelamatkan identitas budaya Kampung Tajur.Strategi Om Zein Menjaga Daya Tarik Wisata TradisionalSaat memberikan pidato dalam acara pelepasan mahasiswa untuk kegiatan Kuliah Pengabdian pada Masyarakat (KPPM) di Kecamatan Bojong, Om Zein memberikan pesan mendalam sekaligus menggelitik kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat kearifan lokal."Nah, kalau sekarang rumahnya sudah berubah menjadi tembok, kira-kira masih ada yang mau berkunjung tidak?" ujar Om Zein di hadapan para hadirin.Pertanyaan retoris tersebut dilemparkan Om Zein untuk mengingatkan bahwa daya tarik utama Kampung Tajur adalah keaslian dan nilai tradisionalnya. Jika rumah-rumah panggung tersebut berubah menjadi bangunan tembok modern, maka Kampung Tajur akan kehilangan ruhnya sebagai desa wisata, dan wisatawan bisa jadi enggan untuk datang kembali.Gebrakan Berani: Rumah Tembok Diganti Rumah PanggungTidak sekadar memberikan imbauan, Bupati Purwakarta ini langsung membuat gebrakan nyata. Ia menawarkan solusi konkret bagi warga Kampung Tajur yang telanjur mengubah rumah mereka menjadi bangunan tembok modern, namun ingin mengembalikannya ke bentuk asli."Sampaikan pada mereka, yang sudah terlanjur rumahnya pakai tembok dan mau dibongkar, saya ganti dengan rumah panggung," tegas Om Zein disambut riuh tepuk tangan.Komitmen ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak main-main dalam mempertahankan aset pariwisata berbasis budaya. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan bahwa generasi mendatang dan para pelancong tetap bisa menikmati lanskap eksotis Kampung Tajur yang autentik.Mengapa Rumah Panggung Kampung Tajur Begitu Istimewa?Ada beberapa alasan mengapa kelestarian arsitektur di Kampung Tajur sangat krusial bagi pariwisata Purwakarta:• Desain Unik dan Langka: Kombinasi material kayu, bambu, dan atap ijuk menciptakan estetika visual yang sangat instagramable dan menenangkan.• Ramah Lingkungan: Arsitektur rumah panggung mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga harmoni dengan alam sekitar.• Identitas Budaya Sunda: Rumah panggung ini adalah simbol hidup dari pelestarian budaya Sunda yang masih terjaga di era modern.Pernyataan dan gebrakan yang disampaikan oleh Om Zein tersebut langsung mendapatkan respon yang sangat antusias dan positif dari jajaran pemerintahan serta tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Mereka menilai kebijakan ini adalah langkah visioner untuk menyelamatkan sektor pariwisata daerah.Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan kesadaran masyarakat Kampung Tajur untuk mempertahankan rumah panggung kayu dan bambu semakin meningkat. Melalui sinergi antara program pemerintah, semangat mahasiswa KPPM, dan kepedulian warga, Kampung Tajur di Kecamatan Bojong siap mempertahankan predikatnya sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Barat.Bagi Anda yang penasaran dengan keunikan atmosfer pedesaan Sunda yang asli, Kampung Tajur di Purwakarta tetap menjadi rekomendasi utama yang wajib dikunjungi sebelum eksotismenya tersapu zaman. (Diskominfo Purwakarta)
Kamis, 02 Juli 2026 10:52
Purwakarta – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, buka suara terkait polemik lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" yang belakangan ini viral dan menuai kontroversi di jagat maya. Melalui unggahan video di akun TikTok pribadi miliknya, Om Zein secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada publik.Lagu yang liriknya diciptakan pada tahun 2020 lalu tersebut mendadak kembali mencuat dan memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Sebagian masyarakat dan tokoh menilai bahwa diksi dalam lirik lagu tersebut dianggap mendiskreditkan atau merendahkan pihak-pihak tertentu.Klarifikasi Terbuka Om Zein di TikTokSadar akan kegaduhan yang terjadi, Bupati Purwakarta yang dikenal dekat dengan kaum milenial dan aktif di media sosial ini memilih jalur komunikasi langsung untuk meredam suasana. Melalui akun TikTok resminya, Om Zein menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat buruk saat menulis lirik lagu tersebut enam tahun silam."Om Zein tidak bermaksud untuk itu (mendiskreditkan atau merendahkan pihak lain)," ujarnya dengan nada tulus dalam video klarifikasi tersebut.Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmennya menjaga kondusivitas serta keharmonisan di tengah masyarakat Purwakarta, Om Zein mengambil langkah tegas. Ia berjanji akan langsung menghapus atau men-take down video lagu berlirik "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" dari seluruh platform media sosial pribadinya.Langkah cepat ini pun langsung mendapat respons beragam dari warganet, yang mayoritas mengapresiasi sikap kesatria sang kepala daerah.Menganggap Kritik Sebagai Bentuk Kasih SayangBukannya antikritik, politisi yang dikenal humanis ini justru memandang polemik ini dari sudut pandang positif. Baginya, gelombang protes dan masukan yang datang dari masyarakat maupun para tokoh merupakan bukti nyata bahwa warga Purwakarta sangat peduli terhadap pemimpinnya."Sekali lagi Om Zein mohon maaf, terima kasih atas perhatiannya. Dan Om Zein yakin kritikan itu adalah suatu bentuk kasih sayang dan bentuk perhatian masyarakat, tokoh, atau siapa pun terhadap Om Zein," ungkapnya dalam pernyataan tertulis.Sikap legawa ini dinilai banyak pihak sebagai contoh komunikasi publik yang baik dari seorang pejabat daerah. Alih-alih membela diri secara reaktif, Om Zein memilih mendengarkan suara publik dengan kepala dingin.Komitmen Menjaga Budaya PurwakartaKontroversi lagu ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya dalam memilah diksi di ruang publik. Sebagai penutup dari klarifikasi terbukanya, Bupati Purwakarta menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mengingatkannya."Terima kasih yang sudah mengingatkan. Sampurasun, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," pungkas Om Zein dengan salam khas Sunda yang sarat akan penghormatan.Dengan adanya klarifikasi resmi dan penghapusan video lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" ini, diharapkan polemik di media sosial dapat segera mereda. Masyarakat pun diimbau untuk kembali fokus mendukung program-program pembangunan daerah demi kemajuan Kabupaten Purwakarta ke depan. (Diskominfo Purwakarta)
Kegiatan Kabupaten Purwakarta