• Beranda
  • Berita
    Hajat Lembur Tradisi Adat yang Masih Dilestarikan Desa Linggamukti
    Hajat Lembur Tradisi Adat yang Masih Dilestarikan Desa Linggamukti
    Pemkab Purwakarta Dukung Pengutamaan Bahasa Indonesia
    Pemkab Purwakarta Dukung Pengutamaan Bahasa Indonesia
    Ngosrek Harmoni Bersama FKUB
    Ngosrek Harmoni Bersama FKUB
    Om Zein Lepas Kirab Mahkota Binokasih Menuju Karawang
    Om Zein Lepas Kirab Mahkota Binokasih Menuju Karawang
    Kejari Purwakarta Apsari Dewi raih Penghargaan Outstanding Prosecutorial Leader in Public Accountability dari CNN
    Kejari Purwakarta Apsari Dewi raih Penghargaan Outstanding Prosecutorial Leader in Public Accountability dari CNN
    Om Zein: Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Kolektif Seluruh Elemen Masyarakat
    Om Zein: Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Kolektif Seluruh Elemen Masyarakat
    Syukuran 1000 Liwet, Bupati Purwakarta Ajak Warga Rawat Jalan dan Tanam Pohon Buah
    Syukuran 1000 Liwet, Bupati Purwakarta Ajak Warga Rawat Jalan dan Tanam Pohon Buah
    Pegawai Pemkab Purwakarta Didorong Gunakan Kendaraan Umum Tiap Rabu
    Pegawai Pemkab Purwakarta Didorong Gunakan Kendaraan Umum Tiap Rabu
    Kejaksaan Negeri berikan penyuluhan hukum kepada Siswa dan Orang tua SMAN 1 Purwakarta
    Kejaksaan Negeri berikan penyuluhan hukum kepada Siswa dan Orang tua SMAN 1 Purwakarta
    Wikimedia Akhirnya Patuhi Kewajiban Platform di Indonesia
    Wikimedia Akhirnya Patuhi Kewajiban Platform di Indonesia
  • Regulasi
  • PPID
  • Pengumuman
  • Laporan Warga
  • Sirup LKPP
Pemda Kabupaten Purwakarta Pemda Kabupaten Purwakarta
Pemda Kabupaten Purwakarta

PURWAKARTA ISTIMEWA
Melayani masyarakat dengan sepenuh hati

Kecamatan Pondoksalam
Kecamatan Darangdan
Kecamatan Kiarapedes
Kecamatan Sukasari
Kecamatan Plered
DINAS LH
DISNAKERTRANS
PU BINAMARGA
SETWAN
DPPKB
DISPANGTAN
DISTARKIM
INSPEKTORAT
DISKANNAK
DISKARPB
DISDUKCAPIL
DISDIK
DPMPTSP
BKPSDM
DISIPUSDA
DISKOPERINDAG
DINKES
DISHUB
DINSOS
DISKOMINFO
DISPORAPARBUD
SETDA
WEBMAIL

Pemimpin Daerah

Thmubnail
SAEFUL BAHRI BINZEIN
Bupati Purwakarta
Thmubnail
ABANG IJO HAPIDIN
Wakil Bupati Purwakarta
Mewujudkan Purwakarta Istimewa

Informasi

Air Mancur Sri Baduga Tidak Beroperasi

Penghargaan Badan Publik Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Informatif

SELAMAT & SUKSES kepada BENNI IRWAN PJ BUPATI PURWAKARTA

❮ ❯

Layanan

Layanan Kabupaten Purwakarta

Manajemen Barang Umum
Satgas COVID-19 Purwakarta
E-Commerce Desa Kabupaten Purwakarta
Whistle Blowing System
Ayo main ke Purwakarta
CCTV Kabupaten Purwakarta
Survei Layanan Publik
Pengumuman
Infografis Purwakarta
Perpustakaan Digital

Berita Purwakarta

Apa yang membuat Anda tertarik

Hajat Lembur Tradisi Adat yang Masih Dilestarikan Desa Linggamukti
Rabu, 20 Mei 2026 06:49

Hajat Lembur Tradisi Adat yang Masih Dilestarikan Desa Linggamukti

Rabu, 20 Mei 2026 06:49

Purwakarta - Hajat Lembur merupakan tradisi adat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa Barat. Perayaan ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen atau keberkahan dalam kehidupan. Prosesi ini biasanya diiringi dengan doa bersama serta berbagai pertunjukan seni tradisional. Dengan adanya Hajat Lembur, masyarakat dapat mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh nilai kebersamaan.Meskipun zaman terus berkembang, tradisi Hajat Lembur tetap dijaga dengan baik. Generasi muda diajak untuk mengenal dan memahami makna di balik perayaan ini. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, Hajat Lembur juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam tentang budaya Sunda. Oleh karena itu, keberadaannya tetap penting dalam kehidupan masyarakat setempat.Salah satu tradisi Hajat lembur yang dilakukan masyarakat Purwakarta yaitu di Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.Melalui sebuah Hajat Bumi, Diaman acara tersebut bukan sekadar perayaan angka, melainkan suatu perwujudan nyata dari semangat kebersamaan, kekompakan, dan rasa syukur masyarakat desa.Hajat Bumi Milangkala Desa Linggamukti terasa istimewa. Udara dipenuhi aroma harum sesaji dan hidangan khas daerah. Riuh rendah percakapan dan gelak tawa warga menggambarkan keakraban yang terjalin erat.Di tengah hiruk-pikuk perayaan, tersirat pesan mendalam tentang sejarah dan perjuangan para leluhur. Om Zein menekankan pentingnya Hajat Bumi sebagai pengingat akan sejarah berdirinya desa, perjuangan para pendiri, dan tokoh-tokoh penting yang telah mengukir jejaknya.Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, memberikan apresiasi tinggi, dan mendorong agar lebih banyak desa di Purwakarta menyelenggarakan kegiatan serupa.Om Zein juga mengajak para generasi muda untuk merenungkan bagaimana para pendahulu mereka, dengan peralatan seadanya, bergotong-royong membuka dan membangun desa ini.  "Bayangan cangkul yang membelah tanah, keringat yang membasahi dahi, dan semangat juang yang membara tergambar jelas dalam setiap cerita yang terlontar," kata  Om Zein. Rabu (20/5).Menurutnya, perayaan ini bukan hanya sekadar seremonial. Hajat Bumi inI merupakan manifestasi rasa syukur atas anugerah yang diterima, atas keberlangsungan desa, dan atas warisan nilai-nilai luhur yang dijaga turun-temurun."Hajat Bumi menjadi perekat yang menghimpun seluruh elemen masyarakat, menyatukan mereka dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat," ungkap Om Zein.Kepala Desa Linggamukti, Toto Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi yang diperoleh.Dalam pelaksanaannya, masyarakat membawa dongdang yang berisi berbagai hasil bumi. Dongdang tersebut kemudian diarak sepanjang jalan desa dan disaksikan oleh seluruh masyarakat sebagai bentuk kebersamaan serta pelestarian budaya lokal.Selain itu, untuk memeriahkan peringatan milangkala Desa Linggamukti ke-45, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan penyelenggaraan hiburan rakyat.Ribuan masyarakat memadati Lapangan Linggajati untuk menyaksikan pertunjukan kesenian yang disuguhkan.Kegiatan ini diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antarwarga serta melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Diskominfo Purwakarta)

Pemkab Purwakarta Dukung Pengutamaan Bahasa Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 12:40

Pemkab Purwakarta Dukung Pengutamaan Bahasa Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 12:40

Purwakarta - Asisten Sekretaris Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dicky Darmawan, menyampaikan, Pemkab Purwakarta berkomitmen dalam mendukung pengutamaan Bahasa Indonesia di lingkungan pemerintahan dan pelayanan publik.Sementara, disampaikan Dicky saat menghadiri Sosialisasi Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara Tahun 2026-2029, bertempat di Ruang Rapat Sekda, Selasa (19/5/2026).Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat ini dalam rangka koordinasi dan sosialisasi terkait Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga menyambut baik kegiatan ini. Terlebih kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan lembaga pemerintah, dunia pendidikan, maupun ruang publik, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.Menurut Dicky, sosialisasi ini juga menjadi upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran serta kepatuhan terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.Namun, melalui sosialisasi ini juga disampaikan pemaparan mengenai substansi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025, mekanisme pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia, serta langkah-langkah pembinaan lembaga dalam mendukung penguatan jati diri bangsa melalui bahasa negara. (Diskominfo Purwakarta)

Ngosrek Harmoni Bersama FKUB
Selasa, 12 Mei 2026 04:28

Ngosrek Harmoni Bersama FKUB

Selasa, 12 Mei 2026 04:28

Purwakarta - Selasa pagi, 12 Mei 2026 suasana nampak ramai didepan Masjid Agung Baing Yusup, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang biasa disapa Om Zein bersama dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) pimpin langsung kegiatan Ngosrek Harmoni dan Touring yang merupakan sebuah gerakan bersama lintas iman yang memadukan aksi nyata, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan dalam semangat persaudaraan. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan para penyuluh agama untuk mempererat harmoni, membangun dialog, serta menghadirkan nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan nyata masyarakat Purwakarta.Om Zein mengatakan, kegiatan ngosrek bersama dengan Kemenag Purwakarta dan FKUB dari berbagai lintas sector ini menunjukan bahwa kegiatan ngosrek bukan hanya program Pemerintah Daerah, melainkan gerakan seluruh elemen masyarakat termasuk FKUB. Kegiatan ini dimulai dari Masjid Agung Baing Yusup, GKP Sadang, GIA Cibening, GKIN, Katolik Santa Maria BIC."Dimulai dari Masjid Agung terus kita ke gereja-gereja untuk monitoring ngosrek, jadi kelihatan Purwakarta mulai bersih, nanti kalau ada yang Jambrung itu kelihatan, berarti tempat sekitar dia tidak pernah ngosrek. Sekarang Purwakarta bersih mulai dari kantor Pemerintah, Swasta, Pertokoan semua ngosrek ". Katanya.Rabu NgumumSelain itu, Om Zein juga mengingatkan kepada pegawai Pemerintah untuk Rabu Ngumum yang ke dua kalinya. Menurutnya setiap hari Rabu ASN Purwakarta diharapkan menggunakan kendaraan umum baik angkot atau ojek online maupun ojek pangkalan, asal jangan menggunakan kendaraan dinas atau kendaraan pribadi, kecuali dalam kondisi tertentu seperti pelayanan kepada masyarakat."Yang penting jangan pakai kendaraan pribadi dan jangan pakai kendaraan dinas, kecuali dalam kondisi tertentu untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat boleh pakai kendaraan dinas dan pribadi". Ungkapnya. Ketua FKUB Purwakarta Drs. KH. Jhon Dien mengatakan, kegiatan ngosrek merupakan kegiatan yang sangat bagus, bukan hanya dari lisan melainkan dengan aksi nyata, karena ngosrek itu merupakan kebersihan sebagian dari iman, hal tersebut harus diterapkan mulai dari lingkungan terkecil seperti rumah, RT, RW dan seluruh kota."Harus diterapkan mulai dari kecil, di keluarga di RT di RW dan seluruh kota Purwakarta. Program Bupati itu luar biasa dan sangat besar manfaatnya " Katanya.Sementara Kepala Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta Dr. H. Ohan Burhan, M.Pd.I mengatakan, acara yang diselenggarakan sesuai dengan tema yaitu “Harmoni dalam Kebersamaan, bersih tempat ibadahnya, rukun umatnya”. Hal tersebut sesuai dengan program yang dicanangkan Bupati Purwakarta om Zein, melaksanakan Ngosrek disetiap lingkungan, di setiap hari selasa, bagi Kemenag kegiatan ngosrek di tempat Ibadah merupakan yang ke dua kalinya sebelumnya dilaksanakan di wilayah kota."Bagi kami ini merupakan kegiatan yang ke dua kalinya, ngosrek tempat ibadah yang ada di Kabupaten Purwakarta yang sebelumnya tempat ibadah yang ada sekitar kota dan sekarang ada lima tempat ibadah yang akan kita kunjungi. Kita akan melakukan kegiatan ngosrek sampai ke Kecamatan Bungursari, baik tempat ibadah Muslim, Kristen, Hindu dan Budha ". Katanya.Ia menambahkan, sebuah nilai kebersamaan untuk merajut sebuah keharmonisan, di Kabupaten Purwakarta yang dimulai dari hal yang kecil dengan membersihkan lingkungan terutama lingkungan tempat ibadah oleh semua kalangan lintas iman yang ada di Purwakarta dengan membersihkan Masjid, Gereja, maupun Wihara yang berada di lingkungan Kabupaten Purwakarta."Kegiatan kita dimulai dari Masjid Agung Baing Yusuf, dan berakhir nanti di gereja Santa Maria Kecamatan Bungursari dan nanti ada Penanaman pohon karena konsep kita yaitu ekologi, menanam pohon di tempat-tempat ibadah agar memberikan kesejukan kedalam ruang ibadah" pungkasnya. (Diskominfo Purwakarta)

Om Zein Lepas Kirab Mahkota Binokasih Menuju Karawang
Minggu, 10 Mei 2026 05:09

Om Zein Lepas Kirab Mahkota Binokasih Menuju Karawang

Minggu, 10 Mei 2026 05:09

Purwakarta - Suasana khidmat bercampur rasa haru dan bangga menyelimuti prosesi pelepasan Mahkota Binokasih, bagian dari rangkaian akbar Kirab Budaya Tatar Sunda, yang digelar di halaman Gedung Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Jawa Barat, Jalan Siliwangi, Purwakarta, Sabtu (9/5/2026).Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menandai berakhirnya masa singgah pusaka agung peninggalan Kerajaan Pajajaran ini di bumi Purwakarta, sebelum kembali melanjutkan perjalanan suci menuju Kabupaten Karawang.Di bawah terik matahari siang yang menyengat dengan suhu mencapai 33 derajat Celcius, semangat penghormatan tidak luntur sedikit pun. Berjajar rapi, jajaran pejabat tinggi daerah mulai dari eselon II, kepala dinas, hingga sekretaris dinas, turut hadir memberikan penghormatan terakhir sebagai wujud bakti dan cinta budaya, sebelum pusaka emas seberat 8 kilogram itu diantar berangkat menuju wilayah selanjutnya.Sentuhan emosional sangat terasa saat Om Zein secara resmi melepas keberangkatan mahkota yang sarat makna sejarah ini. Terlihat jelas pancaran rasa bangga dan haru di wajah pemimpin Purwakarta tersebut, seolah melepaskan bagian dari identitas diri dan masyarakatnya untuk kembali berkelana menyebarkan nilai luhur ke tanah pasundan lainnya.Di hadapan awak media, Om Zein mengungkapkan kebesarhatiannya menjadi bagian dari perjalanan sejarah ini. Baginya, kehadiran Mahkota Binokasih bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bukti hidup kebesaran masa lalu yang masih berdenyut hingga hari ini.“Hari ini kita semua menyaksikan dan merasakan nyata, bahwa masyarakat Sunda memiliki leluhur yang hebat, yang getaran semangat dan kebesarannya masih sangat terasa hingga saat ini,” kata Om Zein, yang dalam kesempatan tersebut didampingi pula oleh Anggota DPRD Jawa Barat, Maula Akbar Mulyadi Putra.Lebih dalam, ia menegaskan bahwa hakikat dari kirab ini jauh melampaui perpindahan benda fisik semata. Prosesi ini adalah sarana pewarisan roh atau semangat luhur dari para karuhun kepada generasi masa kini dan mendatang.“Ini adalah soal spirit, semangat kebesaran yang kami warisi. Kita harus bangga dan tinggi hati menjadi orang Sunda, karena kita memiliki karuhun yang hebat, kuat, dan beradab tinggi. Nilai itulah yang ingin kita hidupkan kembali melalui kegiatan ini,” ujarnya.Perlu diketahui, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake merupakan simbol agung persatuan, kewibawaan, dan kebesaran Kerajaan Sunda-Pajajaran. Benda pusaka ini telah menempuh perjalanan panjang dan penuh makna melintasi berbagai wilayah strategis di Jawa Barat sejak kirab ini dimulai pada 2 Mei lalu.Rute perjalanan akbar ini diawali dari Kabupaten Sumedang, kemudian bergerak melintasi Ciamis, Tasikmalaya, Cianjur, Kota Bogor, hingga akhirnya tiba dan singgah sejenak di Purwakarta.Setelah dilepas pagi ini, rombongan kirab budaya dijadwalkan akan melanjutkan langkah sucinya menuju Kabupaten Karawang, lalu berlanjut ke Kota Cirebon, sebelum akhirnya mencapai titik akhir perjalanan di Kota Bandung, yang akan menjadi panggung puncak peringatan dan pengukuhan budaya Tatar Sunda. (Diskominfo Purwakarta)

Kalender Kegiatan

Kegiatan Kabupaten Purwakarta

Wilujeung Sumping
Informasi
Air Mancur Sri Baduga Tidak Beroperasi
Informasi
Penghargaan Badan Publik Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Informatif
Informasi
SELAMAT & SUKSES kepada BENNI IRWAN PJ BUPATI PURWAKARTA

Hubungi Kami

JL. Gandanegara No. 25, Kelurahan Nageri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Kode Pos 41111.

Telepon: (0264) 200036

Email: diskominfo@purwakartakab.go.id

Fax: (0264) 200037

Statistik Pengunjung

Hari ini : 2,580 Pengunjung.

Bulan ini : 122,229 Pengunjung.

Subscribe With Us

Subscribe to our mailing list to get the new updates!

© 2026 Pemerintah Kabupaten Purwakarta

Purwakarta Istimewa