Mewujudkan Purwakarta Istimewa
Apa yang membuat Anda tertarik
Jumat, 21 Agustus 2026 05:33
Purwakarta - Keceriaan dan penuh gelak tawa mewarnai lomba Agustusan yang di gelar di halaman Dinas Kominfo kabupaten Purwakarta. Beragam lomba di ikuti seluruh personil yang terbagi dengan bidang yang ada, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Jumat (21/8/2026).Lomba yang di gelar sengaja memancing gelak tawa peserta dan suporter masing - masing. Seperti lomba makan kerupuk,permainan air, memasukan tepung, permainan balon, Yel yel, dan tidak lupa lomba nasi liwet.Rangkaian Kegiatan ini tidak lain adalah untuk membangun kebersamaan sekaligus memeriahkan suasana HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lomba juga bertujuan menguji kekompakan, ketangkasan, hingga kerja sama tim. Namun sebelumnya diawali dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purwakarta, Hendra Fadly, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh pegawai untuk menikmati rangkaian kegiatan dengan penuh kebahagiaan serta tetap menjaga kekompakan.Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun kekompakan di lingkungan kerja."Melalui kegiatan ini, kita ingin bangun kebersamaan dan kekompakan antar pegawai dan pimpinan di lingkungan Dinas Kominfo " kata Kepala Diskominfo Purwakarta, Hendra Fadly, Jumat, (21/8).Semangat kemerdekaan pun terasa semakin kuat melalui kebersamaan seluruh keluarga besar Diskominfo Purwakarta. Bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana seluruh pegawai dapat tertawa, bergembira, dan merayakan HUT kemerdekaan bersama. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 21 Agustus 2026 01:07
Purwakarta - Setelah tertunda 6 tahun Kabupaten Purwakarta bersiap merombak cetak biru wilayahnya untuk dua dekade mendatang, melalui penataan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Purwakarta.Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Purwakarta saat ini menjadi momentum krusial bagi Purwakarta untuk menjawab tantangan zaman. Sejak peninjauan kembali terakhir pada 2016 dan revisi pada 2021 berdasarkan surat Menteri ATR/BPN , dinamika kebijakan nasional serta pesatnya pertumbuhan daerah telah mengubah peta kebutuhan ruang secara signifikan.Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat Sri Jaya Midan menekankan RTRW sangat penting untuk mengakomodasi perkembangan kawasan industri, pertanian, dan pariwisata tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Namun, ada yang istimewa dalam rancangan besar kali ini Purwakarta tidak hanya bicara soal beton dan aspal, melainkan tentang jiwa sebuah wilayah.Filosofi Tri Tangtu: Fondasi Ruang SundaDalam penyusunan Peraturan Daerah tentang RTRW, Pemerintah Kabupaten Purwakarta sepakat mengusung filosofi Tritangtu. Ini merupakan konsep tradisional masyarakat Sunda yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.Integrasi nilai kearifan lokal ini adalah strategi untuk memastikan Purwakarta tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang tetap memegang teguh karakter Sunda. Dengan menyelaraskan tata wilayah melalui zonasi yang tepat dan tata lampah melalui regulasi perilaku masyarakat terhadap lingkungan, Purwakarta menargetkan diri menjadi daerah yang maju dan mandiri."Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW merupakan salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Purwakarta. RTRW tidak hanyamen jadi pedoman dalam pemanfaatan ruang dan pengembangan wilayah, tetapi juga menjadi landasan dalam mengarahkan pembangunan agar dapat berjalan secara terpadu, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik serta potensi wilayah Kabupaten Purwakarta."Kata Sri Jaya Midan saat mensosialisasikan RTRW, di Aula BJB Purwakarta, Kamis (20/8).Menurut Sri Jaya Midan, melalui RTRW, Kabupaten Purwakarta, memiliki arah yang jelas dalam menentukan struktur ruang dan pola ruang wilayah, mengendalikan pemanfaatan ruang, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. RTRW juga menjadi dasar dalam menciptakan kepastian dan keteraturan dalam pembangunan, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam memanfaatkan ruang. "Kabupaten Purwakarta memiliki posisi yang strategis dan memiliki berbagai potensi wilayah, baik dari sisi ekonomi, industri, pertanian, perdagangan dan jasa, pariwisata, maupun sumber daya alam. Kondisi tersebut tentu memberikan peluang yang besar bagi perkembangan wilayah, namun di sisi lain juga membutuhkan pengelolaan ruang yang baik agar pertumbuhan dan pembangunan tidak menimbulkan konflik pemanfaatan ruang maupun memberikan tekanan terhadap lingkungan.,"ungkapnya.Dikatakan Sri Jaya Midan, Penyusunan dan implementasi RTRW juga membutuhkan sinergi lintas sektor dan lintas wilayah. Hal ini penting mengingat pembangunan suatu wilayah tidak dapat berdiri sendiri dan memiliki keterkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta. (Diskominfo Purwakarta)
Kamis, 20 Agustus 2026 04:06
Jakarta, 20 Agustus 2026 - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kerja yang memberi manfaat bagi masyarakat.Dalam Karnaval Komdigi 2026, Meutya Hafid mengingatkan bahwa perlombaan hanya simbol untuk membangun kebersamaan, sementara tugas utama keluarga besar Kementerian Komdigi adalah mengisi kemerdekaan dengan menjaga konektivitas dan ekosistem digital Indonesia.Pesan itu juga disampaikan di tengah upaya pemulihan konektivitas di wilayah terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).“Tugas kita bukan lagi membawa Indonesia merdeka, tapi mengisi kemerdekaan melalui pembangunan konektivitas, menjaga ranah digital dan ekosistem terus berjalan dengan baik, juga menjaga penyiaran dan lainnya,” ujar Meutya dalam kegiatan Karnaval Komdigi 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI di Kantor Kementerian Komdigi, Rabu (19/8/2026).Meutya menilai tantangan mengisi kemerdekaan tidak lebih ringan dibandingkan perjuangan untuk mendapatkannya.Di era digital, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kemajuan teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga ekosistem digital nasional agar terus berkembang secara sehat.Meutya menyontohkan upaya pemulihan konektivitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah wilayah yang terdampak bencana.Kemkomdigi memastikan layanan konektivitas dapat kembali berfungsi sehingga masyarakat tetap memiliki akses komunikasi di tengah situasi sulit.“Kemarin kami dilaporkan bahwa hari ini konektivitas 100 persen sudah pulih. Mudah-mudahan meskipun masih banyak yang harus kita perbaiki di NTT dan juga daerah yang terkena bencana, tapi paling tidak dalam peran kita sebagai pemerintah telah membantu untuk mendorong konektivitas bisa kembali pulih seperti sediakala,” jelasnya.Menurutnya, tantangan Kemkomdigi ke depan semakin kompleks seiring dengan perkembangan dan digitalisasi yang berlangsung sangat cepat.Karena itu, pembangunan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga ruang digital, ekosistem digital, dan penyiaran agar perkembangan teknologi tetap memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan bangsa.Momentum peringatan HUT ke-81 RI menjadi kesempatan untuk memperbarui semangat seluruh jajaran Kemkomdigi dalam menjalankan mandat tersebut.Semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.“Kita harus bersama-sama memperbaiki semangat kemerdekaan ke-81 ini, perbarui lagi semangatnya melalui menjaga kekompakan, profesionalitas, integritas, jaga nama Kemkomdigi dan jaga nama ASN,” tandasnya.
Kamis, 20 Agustus 2026 04:00
Jakarta, 20 Agustus 2026 - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dirayakan Kementerian Komunikasi dan Digital melalui kegiatan Komdigi Merdeka Ride. Kegiatan bersepeda bersama ini mempertemukan jajaran Kemkomdigi dengan pemimpin redaksi media, pesepeda profesional, hingga atlet nasional dalam suasana penuh kebersamaan dan sukacita.Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan Komdigi Merdeka Ride menjadi salah satu cara untuk merayakan kemerdekaan melalui kegiatan positif yang mempererat kebersamaan.Menurutnya, olahraga bersepeda memiliki daya tarik tersendiri karena dapat mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana yang lebih cair.“Hari ini kita sangat bersenang hati karena kedatangan para professional biker, atlet-atlet muda dari Ragunan, teman-teman Pemred. Karena hari ini memperingati HUT ke-81 RI, jadi kita semangat dan bersuka cita semuanya,” kata Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).Menurut Meutya, Komdigi Merdeka Ride tidak dirancang sebagai ajang adu kecepatan maupun kompetisi.Karena itu, peserta diberikan keleluasaan untuk menentukan jarak dan ritme kayuhan sesuai kemampuan masing-masing.“Kalau ada yang karena suka untuk kebersamaan dan bersukaria sama-sama, silakan, tidak usah dipaksakan. Ini tidak ada penilaian KPI sebagai pegawai,” ujarnya.Menkomdigi Meutya Hafid mengajak peserta menikmati perjalanan tanpa harus memaksakan kemampuan fisik.Peserta yang ingin mengikuti satu putaran maupun dua putaran dapat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran atlet nasional Santia yang memiliki pengalaman berlaga di ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade dan ASEAN Games.“Kehadiran Santia menjadi bagian dari semangat Komdigi untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang inklusif dan menyenangkan bagi seluruh peserta.Selain atlet nasional, sejumlah atlet muda dari kawasan Ragunan juga ikut ambil bagian.Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dengan menempuh perjalanan menggunakan sepeda sebelum bergabung dalam kegiatan Komdigi Merdeka Ride.Komdigi Merdeka Ride digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.Kegiatan ini mengusung semangat olahraga, kebersamaan, dan kemerdekaan, sekaligus menjadi ruang interaksi yang mempertemukan insan pemerintahan, media, dan komunitas olahraga.
Kegiatan Kabupaten Purwakarta