Mewujudkan Purwakarta Istimewa
Apa yang membuat Anda tertarik
Jumat, 10 Juli 2026 15:03
Purwakarta – Komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memeratakan pembangunan infrastruktur bukan sekadar isapan jempol. Di bawah kepemimpinan Bupati Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, Pemkab Purwakarta terus menggenjot perbaikan jalan rusak, khususnya di wilayah pedesaan.Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan. Infrastruktur jalan yang mantap dinilai menjadi kunci utama dalam mengintegrasikan jalur ekonomi dari desa ke kota. Jika akses mobilitas lancar, perputaran ekonomi masyarakat dipastikan akan ikut meroket.Wujudkan Visi Purwakarta Istimewa yang MerataMelalui perencanaan yang matang, Pemkab Purwakarta berkomitmen agar pembangunan tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan saja, melainkan menyentuh hingga ke pelosok desa. Pemerataan ini krusial agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kue pembangunan secara adil."Pembangunan infrastruktur terus dilakukan melalui perencanaan yang matang agar pembangunan di kawasan perkotaan hingga pedesaan dapat berjalan secara merata. Sehingga, manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat," ujar Om Zein Purwakarta.Salah satu jargon yang kerap didengungkan oleh Om Zein, yaitu "Jalan Mulus", kini bukan lagi sekadar janji manis kampanye atau pemanis retorika. Manfaat dan dampak nyata dari program ini sudah mulai dirasakan langsung oleh warga Purwakarta di berbagai titik.Transformasi Jalan Rusak Jadi Mulus di Desa SelaawiSalah satu bukti nyata dari realisasi komitmen tersebut terlihat jelas dalam proyek perbaikan jalan di Lingkungan Desa Selaawi, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta. Jalan yang dulunya dikeluhkan warga karena rusak dan menghambat aktivitas, kini telah disulap menjadi jalur yang nyaman untuk dilalui.Keberhasilan proyek ini dibagikan langsung oleh Bupati Purwakarta melalui akun TikTok pribadinya, @omzein_bupatiaing. Dalam unggahan video singkat tersebut, terlihat jelas transformasi luar biasa (sebelum dan sesudah) progres perbaikan jalan pedesaan Selaawi dari yang awalnya rusak parah hingga rampung diperbaiki secara total.Melalui caption unggahannya, Om Zein menyapa warga sekaligus memberikan pesan penting mengenai urgensi integrasi infrastruktur dan pentingnya menjaga fasilitas yang sudah dibangun."Selamat pagi Purwakarta kesayangan Om Zein. Perbaikan jalan harus tetap berjalan baik di wilayah pedesaan ataupun perkotaan agar akses lebih mudah dan terintegrasi satu sama lain. Bagi yang sudah bagus dipelihara dengan baik ya, dan yang masih jelek tunggu giliran," tulis Om Zein dalam keterangan unggahannya.Dampak Integrasi Jalur Ekonomi Desa ke KotaPerbaikan jalan rusak di tingkat desa seperti di Selaawi ini memiliki efek domino yang sangat positif bagi perekonomian daerah. Berikut adalah beberapa dampak utama yang mulai dirasakan:* Pangkas Biaya Logistik: Para petani dan pelaku UMKM di desa kini bisa mendistribusikan hasil bumi dan produk mereka ke pasar kota dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat dan biaya operasional kendaraan yang lebih murah.* Akses Layanan Publik Lebih Cepat: Selain urusan ekonomi, jalan yang mulus mempermudah akses warga desa menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pusat administrasi di kota.* Peningkatan Kesejahteraan Rakyat: Konektivitas yang lancar menstimulus lahirnya peluang-peluang usaha baru di sepanjang jalur pedesaan.Pesan Bupati: Jaga Bersama Infrastruktur yang AdaPemerintah daerah menegaskan bahwa membangun hanyalah setengah dari pekerjaan rumah; setengah sisanya adalah merawat. Oleh karena itu, Bupati Saepul Bahri Binzein meminta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kualitas jalan yang sudah diperbaiki. Kesadaran untuk tidak melebihi muatan kendaraan dan menjaga saluran air (drainase) di sekitar jalan menjadi kunci agar jalan mulus ini bisa bertahan lama.Bagi warga di wilayah lain yang jalannya masih dalam kondisi rusak, Pemkab Purwakarta memastikan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dan terukur. Semua wilayah akan mendapatkan giliran perbaikan demi terwujudnya visi besar Purwakarta Istimewa. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 10 Juli 2026 14:05
Purwakarta – Rona bahagia sekaligus haru tidak bisa disembunyikan dari wajah seorang kakek paruh baya di Desa Sukatani. Pria lansia berstatus duda yang sudah lama tidak memiliki pekerjaan ini mendadak viral setelah mendapatkan berkah tak terduga. Keberuntungan tersebut datang langsung dari sosok Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, dalam sebuah momen penuh emosional.Pertemuan mengharukan antara kakek tersebut dengan Om Zein terjadi di tengah hiruk-pikuk kegiatan Gempungan di Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis, 9 Juli 2026.Program Gempungan: Jemput Bola Layanan Publik PurwakartaBagi masyarakat Kabupaten Purwakarta, program Gempungan Pelayanan Publik bukanlah hal yang asing. Program ini merupakan agenda unggulan jemput bola dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang dirancang khusus untuk mendekatkan berbagai layanan birokrasi langsung ke tingkat desa.Melalui Gempungan, masyarakat Desa Sukatani dan sekitarnya bisa menikmati berbagai kemudahan layanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Beberapa layanan yang dihadirkan secara gratis dan cepat di antaranya:* Pembuatan Dokumen Kependudukan (KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran)* Pelayanan Kesehatan Gratis dan Cek Darah* Konsultasi dan Pengurusan Sertifikat Pertanahan* Pelayanan Pajak Kendaraan dan Perizinan Usaha MikroNamun, Gempungan kali ini menyisakan cerita unik dan menyentuh hati di luar agenda pelayanan administratif formal.Kisah Pilu Kakek Duda yang Menggantungkan Hidup pada AdikDi sela-sela peninjauan stan pelayanan, Om Zein menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga lokal. Di sinilah ia bertemu dengan sang kakek. Berdasarkan pantauan dari unggahan video di akun TikTok pribadi @omzein_bupatiaing, kakek tersebut menceritakan kisah hidupnya yang memprihatinkan."Hidup menduda tinggal ikut di rumah saudara, hari-harinya hanya berpangku tangan. Om Zein sarankan untuk pelihara kambing," tulis Om Zein dalam keterangan video resminya.Mendengar cerita bahwa sang kakek berstatus duda, tidak memiliki pekerjaan tetap, dan sehari-hari hanya menggantungkan kelangsungan hidupnya dari belas kasihan sang adik, hati Om Zein merasa 'greget' sekaligus prihatin. Ia tidak ingin melihat warganya terus-menerus hidup dalam keterbatasan tanpa adanya produktivitas.Solusi Nyata: Bantuan Tunai yang Dititipkan ke Kepala DesaTidak sekadar memberikan simpati lewat kata-kata, Om Zein langsung mengambil tindakan nyata guna mengubah nasib sang kakek. Detik itu juga, ia memberikan bantuan uang tunai dalam jumlah yang cukup untuk dibelikan beberapa ekor kambing agar bisa dipelihara sebagai modal usaha mandiri.Guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar diwujudkan dalam bentuk hewan ternak, Om Zein mengambil langkah bijak. Uang tunai tersebut tidak langsung diserahkan kepada sang kakek, melainkan dititipkan langsung kepada Kepala Desa (Kades) Sukatani setempat.Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan pengawasan agar tidak terjadi kekeliruan di kemudian hari atau risiko uang tersebut disalahgunakan untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek. Kades ditugaskan untuk mendampingi sang kakek dalam membeli kambing yang sehat dan layak ternak.Aksi Sosial Om Zein Banjir Pujian dari Warga SukataniAksi spontan dan penuh kepedulian yang ditunjukkan oleh Om Zein ini sontak memicu reaksi emosional dari ratusan warga yang memadati lokasi Gempungan Desa Sukatani. Banyak warga yang hadir tak henti-hentinya berdecak kagum atas jiwa sosial tinggi yang dimiliki sosok pemimpin tersebut dalam membantu warga yang sedang kesusahan.Suasana haru langsung berubah menjadi gemuruh tepuk tangan riuh dari masyarakat yang menyaksikan momen tersebut."Masyaallah, Sehat-sehat Bapak (Om Zein)!" teriak warga bersahutan di lokasi sambil bertepuk tangan bangga.Dengan adanya bantuan kambing ini, sang kakek kini memiliki harapan baru untuk mandiri secara ekonomi dan tidak lagi sekadar berpangku tangan. Kisah ini menjadi bukti nyata bagaimana kehadiran program pelayanan publik seperti Gempungan tidak hanya menyelesaikan masalah dokumen kedinasan, tetapi juga mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang paling mendalam. Ditonton oleh ribuan netizen di TikTok, aksi nyata Om Zein ini sukses menginspirasi banyak pihak tentang pentingnya peka terhadap kondisi sosial di sekitar kita. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 10 Juli 2026 10:39
Purwakarta - Program Gempungan di Purwakarta yang dirancang untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, kembali membawa kisah menyentuh. Dalam agenda terbaru di Desa Sukatani, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, menemukan sebuah cerita pilu dari seorang warga setempat.Awalnya, Om Zein bertemu dengan seorang ibu yang mengeluhkan penyakit lambung kronis yang dideritanya. Menanggapi keluhan tersebut, Om Zein secara spontan menduga bahwa penyakit fisik yang dialami sang ibu berakar dari beban pikiran yang berat."Mungkin itu karena banyak pikiran, makanya Ibu sakit lambung," tebak Om Zein saat berdialog dengan warga.Beban Pikiran Seragam Sekolah AnakDugaan sang Bupati ternyata sangat tepat. Sambil menahan kesedihan, ibu tersebut mengaku bahwa dirinya memang sedang didera stres berat. Penyebabnya adalah masalah perekonomian keluarga: anaknya yang kini sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) belum memiliki perlengkapan sekolah yang layak.Ibu tersebut mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ia belum mampu membelikan baju seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan sekolah lainnya untuk sang buah hati. Ketiadaan biaya memaksa anaknya terancam harus menggunakan pakaian bekas atau seragam seadanya untuk pergi ke sekolah.Kisah nyata yang mengharukan ini mendadak viral setelah diunggah langsung di media sosial. Dikutip dari postingan video di akun TikTok pribadi milik Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (@omzein_bupatiaing), momen humanis tersebut memancing empati dari ribuan netizen."Seorang ibu ngaku sakit lambung gara-gara banyak pikiran, termasuk mikirin anaknya yang duduk di bangku SMA belum kebeli baju sekolah. Om Zein suruh langsung belanja agar lambungnya sembuh," tulis Om Zein dalam keterangan video unggahannya.Aksi Nyata Om Zein: Berikan Bantuan Tunai Rp1,5 JutaMendengar keluhan pilu yang menyayat hati tersebut, Bupati Purwakarta Om Zein tidak tinggal diam. Tanpa birokrasi yang berbelit-belit, ia langsung memberikan solusi nyata di tempat. Om Zein merogoh koceknya dan memberikan uang tunai sebesar Rp1,5 juta kepada ibu tersebut agar bisa segera memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.Om Zein berharap, dengan terpenuhinya kebutuhan sang anak, beban pikiran sang ibu dapat terangkat dan kesehatannya bisa kembali pulih."Sekarang pulang, minum obat, terus ajak anak belanja. Jangan lagi pakai pakaian bekas," pungkas Om Zein dengan nada tegas namun penuh perhatian.Aksi cepat tanggap Bupati Purwakarta ini langsung mendapat apresiasi luas dari warga Desa Sukatani yang hadir di lokasi Gempungan, serta para warganet yang menyaksikan video tersebut di platform TikTok.Mengenal Program Gempungan di PurwakartaSebagai informasi, Gempungan di Purwakarta adalah program jemput bola unggulan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memotong jalur birokrasi dan mendekatkan berbagai layanan publik penting langsung ke tingkat desa, sehingga warga tidak perlu lagi repot-repot datang ke pusat kota.Beberapa layanan gratis dan cepat yang dihadirkan dalam setiap agenda Gempungan antara lain:* Administrasi Kependudukan: Pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran.* Layanan Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan gratis dan pengobatan massal.* Pelayanan Pertanahan: Konsultasi dan pengurusan sertifikat tanah.* Layanan Sosial dan Perizinan: Berbagai fasilitasi izin usaha mikro hingga bantuan sosial.Melalui program Gempungan ini, Pemkab Purwakarta tidak hanya sekadar memberikan pelayanan administratif, tetapi juga menjadi wadah bagi kepala daerah untuk memantau langsung kondisi sosial-ekonomi masyarakat di akar rumput secara nyata. Ditambah dengan aksi cepat tanggap seperti yang ditunjukkan Om Zein, Gempungan terbukti menjadi jembatan solusi yang efektif bagi warga miskin yang membutuhkan bantuan darurat. (Diskominfo Purwakarta)
Kamis, 09 Juli 2026 07:02
Purwakarta - Sebuah momen penuh haru biru menyelimuti jagat media sosial baru-baru ini. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, kembali menunjukkan aksi spontan yang menyentuh hati masyarakat. Kali ini, seorang emak-emak tua pedagang anyaman bambu asal Wanayasa mendapat rezeki melimpah ruah setelah tak sengaja bertemu dengan orang nomor satu di Purwakarta tersebut.Momen hangat ini terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok pribadi milik Om Zein dan langsung memancing simpati serta kekaguman dari netizen.Aksi Spontan Om Zein Turun dari MobilCerita bermula ketika Om Zein sedang dalam perjalanan dinasnya melintasi jalanan Purwakarta. Di tengah jalan, pandangannya tertuju pada sesosok nenek tua yang tengah berjalan kaki sambil memikul beban berat. Lansia tersebut rupanya adalah seorang pedagang keliling yang menjajakan kerajinan tangan dari anyaman bambu, seperti cetok (topi caping), nyiru (tampah), hingga boboko (bakul nasi).Melihat kondisi fisik sang emak yang sudah tampak rapuh namun tetap gigih mencari nafkah, jiwa sosial Om Zein langsung tergerak. Tanpa ragu, ia meminta sopirnya untuk tiba-tiba berhenti dan langsung turun dari mobil untuk menghampiri pedagang paruh baya tersebut."Emak pedagang ini berasal dari Wanayasa. Beliau biasa berjualan sehabis Subuh, berjalan kaki menyusuri jalan raya demi mengais rezeki," tulis narasi yang dihimpun dari unggahan tersebut.Ketika diajak berbincang santai oleh Om Zein, sang emak menceritakan rutinitas kesehariannya. Uniknya, emak mengaku tidak berjualan setiap hari. Beliau menerapkan sistem selang dua hari, di mana hari-hari jedanya sengaja digunakan untuk fokus mengikuti kegiatan pengajian atau tolabul ilmi demi menuntut ilmu agama.Borong Dagangan Hingga Beri "Bekal" untuk IstirahatMendengar cerita dan kegigihan sang emak yang seimbang dalam mengejar dunia dan akhirat, Om Zein merasa sangat tersentuh. Sebagai sosok pemimpin yang memang dikenal gemar berbagi dan terbiasa memberi, Om Zein langsung mengambil tindakan konkret. Ia memutuskan untuk memborong seluruh barang dagangan yang dibawa oleh emak hari itu. Total belanjaan anyaman bambu tersebut mencapai Rp465.000.Namun, kebaikan Bupati Purwakarta ini tidak berhenti sampai di situ. Sadar akan kondisi fisik sang emak yang sudah rentan dan tidak muda lagi, Om Zein menyarankan agar emak beristirahat di rumah saja dan tidak usah memikul dagangan keliling selama satu bulan ke depan.Sebagai gantinya, Om Zein memberikan uang tambahan sebesar Rp1.000.000 tunai sebagai biaya hidup agar sang emak bisa beristirahat dengan tenang tanpa memikirkan setoran atau modal. Mendapat perlakuan sespesial itu, tangis haru gembira pun pecah dari raut wajah sang emak yang tampak tak menyangka akan bertemu dengan rezeki nomplok.Bantuan Tambahan untuk Biaya Pengobatan MataDi tengah suasana penuh haru tersebut, emak sempat bercerita sedikit mengenai kondisi kesehatannya kepada Om Zein. Beliau mengaku bahwa baru-baru ini sempat mengalami sakit mata yang cukup mengganggu dan saat ini statusnya masih dalam masa pengobatan serta rawat jalan.Mendengar keluhan warganya yang sedang sakit, sifat dermawan Om Zein kembali terusik. Tanpa berpikir panjang, ia kembali merogoh kantongnya dan menambahkan bantuan uang tunai senilai ratusan ribu rupiah. Uang tersebut diniatkan Om Zein sebagai bekal transport dan tabungan tambahan jika sewaktu-waktu emak harus pergi berobat lagi ke klinik atau rumah sakit.Dengan tangan gemetar dan mata berkaca-kaca menahan air mata bahagia, sang emak terus mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas kebaikan sang Bupati."Terimakasih, jazakumullah khairan katsiran ada miliknya Emak," ucap emak dengan tulus sembari mendoakan kebaikan untuk Om Zein.Kisah nyata ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian seorang pemimpin terhadap rakyat kecil dapat memberikan dampak psikologis dan ekonomi yang luar biasa. Aksi humanis Om Zein ini pun menuai banyak pujian dari masyarakat Purwakarta yang berharap sikap asih, asah, dan asuh seperti ini terus dilestarikan. (Diskominfo Purwakarta)
Kegiatan Kabupaten Purwakarta