Purwakarta - Kejaksaan Negeri Purwakarta, Jawa Barat,  menggelar kegiatan penyuluhan hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (30/4). Kegiatan tersebut diikuti para siswa SMA Negeri 1 Purwakarta beserta para orang tua Siswa. Turut Hadir Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.

Kolaborasi Kejaksaan dan Pemerintah Daerah melalui program Jaksa Masuk Sekolah ini guna mewujudkan pendidikan karakter di Jawa Barat yang kita kenal nama Gapura Panca Waluya.

Kejari Purwakarta memiliki tagline yakni Jawara Kasomeah, yang artinya anak-anak bisa menjadi juara, tetapi juga tetap memiliki etika dan adab, sehingga nantinya bisa menjadi generasi emas 2045.

Kejari Purwakarta Apsari, menjelaskan, hadirnya Bupati Purwakarta Om Zein kali ini menunjukan komitmen bersama antara Kejari Purwakarta dan Pemkab Purwakarta untuk turun bersama-sama bergandengan tangan mendidikan anak-anak di Purwakarta.

"Selain para murid, kita juga mengundang orang tua siswa atau wali murid dan para guru, untuk sama-sama bergandengan tangan, antara pemerintah, aparat penegak hukum, wali murid, dan sekolah bagaimana kita bersama-sama menjaga anak-anak, mempersiapkan anak-anak Purwakarta untuk ke depannya nantinya bisa berguna bagi nusa dan bangsa," kata  Dewi.Kamis (30/4).

Sementara itu, Bupati Purwakarta Om Zein  mengingatkan kepada para orang tua murid bahwa pendidikan dan pembelajaran itu peran utamanya ada pada orang tua murid itu sendiri bukan pihak sekolah.

"Sesungguhnya sekolah ini adalah membantu orang tua, karena tugas utama pendidikan itu adalah menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Kita ingin mewujudkan titik puncak pendidikan orang sunda, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Singer, Pinter," kata Om Zein.

Untuk mencapai hal itu, tegas Om Zein, dibutuhkan peran orang tua dibantu oleh satuan pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya.

"Agenda ini kita melibatkan pihak KCD Wilayah IV Disdik Jabar untuk tingkat SMA sederajat dan Dinas Pendidikan Purwakarta untuk jenjang SMP," ujar Om Zein. (Diskominfo Purwakarta)