Purwakarta – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, buka suara terkait polemik lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" yang belakangan ini viral dan menuai kontroversi di jagat maya.
Melalui unggahan video di akun TikTok pribadi miliknya, Om Zein secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada publik.
Lagu yang liriknya diciptakan pada tahun 2020 lalu tersebut mendadak kembali mencuat dan memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Sebagian masyarakat dan tokoh menilai bahwa diksi dalam lirik lagu tersebut dianggap mendiskreditkan atau merendahkan pihak-pihak tertentu.
Klarifikasi Terbuka Om Zein di TikTok
Sadar akan kegaduhan yang terjadi, Bupati Purwakarta yang dikenal dekat dengan kaum milenial dan aktif di media sosial ini memilih jalur komunikasi langsung untuk meredam suasana.
Melalui akun TikTok resminya, Om Zein menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat buruk saat menulis lirik lagu tersebut enam tahun silam.
"Om Zein tidak bermaksud untuk itu (mendiskreditkan atau merendahkan pihak lain)," ujarnya dengan nada tulus dalam video klarifikasi tersebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmennya menjaga kondusivitas serta keharmonisan di tengah masyarakat Purwakarta, Om Zein mengambil langkah tegas.
Ia berjanji akan langsung menghapus atau men-take down video lagu berlirik "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" dari seluruh platform media sosial pribadinya.
Langkah cepat ini pun langsung mendapat respons beragam dari warganet, yang mayoritas mengapresiasi sikap kesatria sang kepala daerah.
Menganggap Kritik Sebagai Bentuk Kasih Sayang
Bukannya antikritik, politisi yang dikenal humanis ini justru memandang polemik ini dari sudut pandang positif. Baginya, gelombang protes dan masukan yang datang dari masyarakat maupun para tokoh merupakan bukti nyata bahwa warga Purwakarta sangat peduli terhadap pemimpinnya.
"Sekali lagi Om Zein mohon maaf, terima kasih atas perhatiannya. Dan Om Zein yakin kritikan itu adalah suatu bentuk kasih sayang dan bentuk perhatian masyarakat, tokoh, atau siapa pun terhadap Om Zein," ungkapnya dalam pernyataan tertulis.
Sikap legawa ini dinilai banyak pihak sebagai contoh komunikasi publik yang baik dari seorang pejabat daerah. Alih-alih membela diri secara reaktif, Om Zein memilih mendengarkan suara publik dengan kepala dingin.
Komitmen Menjaga Budaya Purwakarta
Kontroversi lagu ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya dalam memilah diksi di ruang publik. Sebagai penutup dari klarifikasi terbukanya, Bupati Purwakarta menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mengingatkannya.
"Terima kasih yang sudah mengingatkan. Sampurasun, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," pungkas Om Zein dengan salam khas Sunda yang sarat akan penghormatan.
Dengan adanya klarifikasi resmi dan penghapusan video lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" ini, diharapkan polemik di media sosial dapat segera mereda.
Masyarakat pun diimbau untuk kembali fokus mendukung program-program pembangunan daerah demi kemajuan Kabupaten Purwakarta ke depan. (Diskominfo Purwakarta)