Dalam jangka waktu dua pekan kedepan, Pemkab Purwakarta akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) pada 3 kelurahan dan 3 desa pada sejumlah kecamatan yang angka konfirmasi positifnya terbilang tinggi.
Tiga kelurahan terdapat Kecamatan
Kota, diantaranya Kelurahan Nagri Kaler, Ciseureuh, dan Kelurahan Munjul Jaya.
Sementara, untuk 3 desa yang diberlakukam PSBM diantaranya Desa Maracang
Kecamatan Babakan Cikao, Desa Ciwangi dan Desa Cinangka Kecamatan Bungursari.
Hal itu diungkapkan Bupati
Purwakarta, Anne Ratna Mustika usai melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah
stakeholder pemerintahan di Gedung Bakorwil, Senin (26/10). Menurutnya, untuk 6
kelurahan dan satu desa yang berada di Kecamatan Purwakarta, akan diberlakukan
PSBM transisi yang langsung mengacu pada keputusan bupati terkait Adaptasi
Kebiasaan Baru (AKB).
Lalu, berkaitan dengan penutupan
sejumlah ruas jalan sudah tak berlaku lagi. Jalan protokol yang kemarin sempat
ditutup mulai pukul 21.00-23.00 WIB sudah dibuka kembali seperti sebelumnya.
Namun, pemberlakuan untuk PSBM ini tetap berlaku untuk jam operasional minimarket
yang mulai 09.00-20.00 WIB.
Di tempat yang sama, Juru Bicara
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta, Deni
Darmawan mengatakan, dilanjutkannya PSBM di tiga kelurahan di Kecamatan
Purwakarta tersebut karena kasus konfirmasi positifnya masih tinggi.
Seperti di Kelurahan Nagri Kaler
ada 56 kasus 19 orang masih aktif, Munjul Jaya 37 kasus dengan aktif saat ini
13 orang dan Ciseureuh total aktif 61 masih aktif 8 orang. Sementara di Desa
Maracang Kecamatan Babakancikao total kasus 9 terkonfirmasi 3 orang. "Desa
Ciwangi total 11 aktif 6 orang, dan Desa Cinangka total 11 aktif 3 orang,"
beber Deni.
Deni menyebut semua wilayah itu
beresiko tinggi karena zona industri, sehingga PSBM diberlakukan untuk menekan
kasus penyebaran virus. "Mudah-mudahan dengan diterapkannya PSBM dapat menekan
kasus Covid-19," ucapnya.
Deni juga menjelaskan
perkembangan warga yang terpapar Covid-19 di wilayah Kabupaten Purwakarta
secara keseluruhan. Hingga Senin 26 Oktober 2020 ini, sebanyak 42 dari 147
warga yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh.
Secara kumulatif warga
terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 509 orang, 378 diantaranya dinyatakan
sembuh dan 26 orang dinyatakan meninggal dunia. Kini, warga yang terkomfirmasi
positif yang masih aktif berjumlah 105 orang, terjadi pengurangan sebanyak 35
orang dibandingkan kemarin yang jumlahnya 140 orang.
"Secara keseluruhan, hari
ini ada penambahan sebanyak 7 orang warga terkonfirmasi positif dan 42 orang
lainnya dinyatakan sembuh. Kini, jumlah warga terkonfirmasi positif yang tengah
dalam proses isolasi baik mandiri maupun di wisma isolasi ada 105 orang,"
kata Deni.
Berdasarkan kondisi tersebut
tersebut, GTPP Covid-19 Kabupaten Purwakarta meminta masyarakat tetap disiplin
menerapkan protokol kesehatan dan tetap menjalankan program-program adaptasi
kebiasan baru dimasa pandemi ini yang berkaitan dengan perubahan perilaku
seperti tak lupa Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun
(3M).
“Dengan disiplin menerapkan
protokol kesehatan dan melakukan 3M diharapakan dapat memutus mata rantai
penyebaran covid-19 di wilayah kabupaten purwakarta. Sekali lagi kami ingatkan
agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah
berkaitan dengan prokes dan 3M," ujar Deni. (*)