Purwakarta - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), menghadiri Sidang Senat Terbuka Politeknik Jatiluhur dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Gedung Serbaguna Venue Alinea, Purwakarta, Kamis (15/10/2026).

Sebanyak 896 mahasiswa baru dari enam program studi, yakni Bisnis Digital, Usaha Perjalanan Wisata, Teknologi Rekayasa Informatika Industri, Peradilan Pidana, Teknologi Rekayasa Pangan, serta Akuntansi Perpajakan, resmi memulai perjalanan akademik mereka.

Dalam sambutannya, Om Zein mengapresiasi semangat para mahasiswa baru dan menegaskan bahwa tugas utama mahasiswa adalah menyelesaikan kewajiban akademik dengan disiplin agar dapat lulus tepat waktu sesuai harapan orang tua.

"Awal perkuliahan ini merupakan langkah baik. Tugas pokok mahasiswa adalah kewajiban akademik sebagai hal yang paling utama. Pendidikan tinggi adalah jalan untuk memajukan masa depan keluarga dan daerah," ujar Om Zein.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan agen sosial tanpa mengabaikan tugas belajar. Bupati berharap para mahasiswa baru Politeknik Jatiluhur dapat tumbuh menjadi generasi Pancawaluya yang berkarakter, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Purwakarta.

Pelaksanaan PKKMB tahun ini juga menjadi cermin keberhasilan sinergi sosial-pendidikan di Kabupaten Purwakarta. Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Purwakarta mencatatkan sebanyak 484 anak dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH berhasil menembus jenjang perguruan tinggi pada tahun akademik ini.

Politeknik Jatiluhur menjadi kampus penyerap terbanyak dengan menampung 373 anak KPM PKH, sementara sisanya tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di dalam dan luar Purwakarta.

Ketua Tim Pendamping Kabupaten Purwakarta (Katimkab) Program PKH, Agus, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan buah kolaborasi strategis tahun ketiga antara pendamping PKH, pihak kampus, dan lembaga filantropi melalui skema Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) serta Beasiswa Yayasan.

"Kami terus mengawal anak-anak KPM PKH agar tidak berkecil hati meraih cita-cita di perguruan tinggi. Bagi peserta yang tidak tertampung di jalur KIP-K, kampus mitra sangat responsif memberikan solusi berupa Beasiswa Yayasan, ditopang juga oleh dukungan lembaga filantropi," jelas Agus.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, PKH Purwakarta berharap semakin banyak generasi muda dari keluarga prasejahtera yang berani menuntut ilmu hingga ke jenjang diploma maupun sarjana.

"Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Harapan kami, setelah mereka lulus dan sukses nanti, mereka mampu mengangkat derajat serta kesejahteraan ekonomi keluarganya masing-masing," pungkas Agus. (Diskominfo Purwakarta)