Ribuan Warga Purwakarta, Dihibur Oleh Pagelaran Panggung Nusantara

Senin, 17 Juni 2013 - 12:11
IMG_7949

(Purwakarta) - Setelah disuguhi panggung kesenian dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat, ribuan warga Purwakarta kembali dihibur oleh berbagai perunjukan panggung kesenian dari 10 Propinsi di Indonesia, Sabtu malam (15/6). Seluruh warga tampak antusias menyaksikan berbagai pertunjukan yang dihelat dalam salah satu rangkaian kegiatan hari jadi kabupaten ke 45 dan purwakarta ke 182, pada tahun 2013, yang dimulai dari pertigaan Sudirman (Jl. Sudirman) hingga Situ Buleud.

Masyarakat sendiri dihibur oleh berbagai seniman dari 10 Propinsi di Indonesia, kesepuluh propinsi tersebut diantaranya adalah, Propinsi Nangroe Aceh Darusdalam (NAD), Propinsi Sumatera Barat, Propinsi Banten, Propinsi Daerah Isitimewa Yogyakarta, Propinsi Bali, Propinsi Kalimantan Barat, Sulawesi Utara,Propinsi Papua, Propinsi Jawa Timur serta Propinsi Jawa Barat, berbagai kesenian ditampilkan dalam 11 panggung diantaranya Longser dan Wayang Golek dari Jawa Barat, tari saman dari dari NAD, Kuda Lumping dari Jawa Timur hingga yang menarik perhatian adalah tarian perang dari Papua serta tari kecak dari Bali.
Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan wisata kuliner ini, menambah hangat para pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut, ditambag dengan berbagai hiasan lampion disetiap sudut kota di Purwakarta, ditambah dengan mudahnya warga dalam menikmati setiap pagelaran panggung kesenian tersebut karena pemkab Purwakarta yang bekerja sama dengan Polres Purwakarta, mengamankan dan memberikan kenyaman pada kegiatan tersebut dengan menutup dan mengalihkan arus lalu lintas di persimpangan kebon jahe menuju situ buleud dan jalan tengah.
Hal itu yang diutarakan oleh Hasan (38) warga Purwamekar berasal dari tanah minang ini, memberikan apresiasinya dalam kegiatan tersebut, bahkan Hasan berterima kasih bisa melepas kerinduan dengan adanya tarian dan lagu dari tanah kelahirannya.
“ saya benar – benar mengapresiasi kegiatan ini, karena kita dihibur oleh panggung – panggung kesenian dari berbagai propinsi, terutama dari tanah kelahiran saya yaitu Sumatera Barat yang juga hadir bahkan saya bisa melepaskan rindu sejenak, karena saya dan keluarga dihibur oleh tarian dan lagu – lagu dari tanah minang”. ujarnya.
Sedangkan Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi,SH yang didampingi beberapa pejabat pemkab, hadir menemui dan menyaksikan gelaran tersebut. bahkan Bupati menikmati dan berdialog bersama dengan para seniman.
Menurut bupati, panggung kesenian dari 10 Propinsi ini merupakan bagian dari komunikasi budaya yang dibangun ditengah masyarakat, karena menurutnya Purwakarta merupakan daerah lintasan yang diisi berbgai masyarakat dari berbagai daerah, sehingga dengan kegiatan ini masyarakat tersebut bisa merasakan seperti di kampungnya sendiri
“banyak konflik antar kelompok masyarakat dikarenakan tidak adanya komunikasi budaya, dan kegiatan ini merupakan bagian dari mensinergitaskan dan membangun komunikasi seni dari berbagai kelompok masyarakat, karena menurut saya kegiatan ini juga relative mewakili orang – orang di Purwakarta, karena di Purwakarta ada orang padang, orang Kalimantan, orang Jawa, orang bali, orang Sulawesi, sehingga mereka merasa tinggal disini tinggal dikampungnya sendiri, dan diharapkan ada kekuatan untuk memelihara semakin kuat, sehingga kebudayaan bisa menjadi roh pembangunan”. ungkapnya.
Selain itu Bupati menjelaskan bahwa kedepan, kegiatan seni kebudayaan akan menjadi event tahunan di Purwakarta yang diharapkan bisa memperkuat dan menjaga asset kebudayaan bangsa, yang memiliki karakter tersendiri.
“Purwakarta merupakan daerah lintasan, daerah yang dilintasi berbagai kebutuhan ekonomi, sehingga Purwakarta harus jadi Mini Indonesia bisa jadi pagelaran – pagelaran akan dibuat disini, bentuknya panggung rakyat terbuka seperti ini dan ini akan dibangun menjadi ritual kebudayaan di Purwakarta, dari sini kita tahu bahwa kesenian bangsa kita sangat kaya dari mulai saman sampai bali semuanya memiliki karakteristik yang sulit diperbandingan satu sama lain apalagi dengan Negara lain karena memiliki karakter yang sangat berbeda satu sama lainnnya yang harus kita jaga.” tuturnya.
Rencananya, event hari jadi purwakarta kembali akan digelar akhir pekan depan dengan menampilkan parade egrang Se – Jawa Barat. Dimana ribuan warga dengan serempak akan menggunakan permainan dari bambu ini, seperti yang pernah ditampilkan pada event hari jadi purwakarta tahun 2012 lalu.
(Humas Setda Purwakarta)