PURWAKARTA SUKSES GELAR KEMBALI PARADE EGRANG

Senin, 24 Juni 2013 - 15:05
IMG_6748

[Purwakarta] Setelah tahun lalu sukses menggelar parade Egrang dengan jumlah peserta 14.570 dan tercatat di rekor MURI sebagai peserta Egrang terbanyak, kembali purwakarta menorehkan dan memecahkan rekor tahun lalu itu dengan menggelar acara serupa sabtu (22/06) malam lalu. Namun begitu, parade egrang kali ini tidak untuk mengejar dan mencatatkan pada rekor Muri.

Lebih dari 15 ribu peserta egrang memenuhi jalan jendral sudirman pasar jumaah Purwakarta, dalam rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten ke 45 dan Purwakarta ke 182 pada tahun ini. Selain disesaki peserta egrang, ratusan ribu pengunjung yang ingin menyaksikan parade ini menambah sempurnanya lautan manusia di jalan protokol purwakarta sepanjang 2 KM itu.
Mereka (peserta-red) terdiri dari partisipasi pelajar semua tingkatan dari SD hingga SMA yang ada di purwakarta, pegawai Instansi pemerintah daerah dan swasta, hingga perwakilan masing-masing kabupaten kota se jawa barat. Sekira pukul 20.00 wib, mereka diberangkatkan kepala dinas pendidikan pemuda dan olah raga (Disdikpora) Purwakarta, Andrie Chaerul, dari tempat start di depan pertokoan BIG pasar juma’ah menuju garis finis di lapang sahate pertigaan patung arjuna pasar jumaah.
Saat dimulainya acara di sepanjang jalan sudirman, mereka bergerak dan berjalan beriringan menggunakan permainan tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu ini menuju garis finish. Bagai seekor ular putih besar bergerak menyusuri jalanan, karena rata-rata egrang yang digunakan diwarnai cat putih, mereka tampak antusias dan bersemangat bersama-sama menggunakan egrang ini.
Beberapa diantara peserta tampak menggunakan egrang dengan ukuran lebih panjang dari kebanyakan peserta lain, hingga ada yang mencapai 6 meter tingginya. 2 buah panggung di garis finish dan panggung kehormatan untuk bupati menambah semaraknya parade egrang kali ini, karena menampilkan musik tradisional sunda dan menghadirkan pelawak Ohang cs.
Agis Wahyudin (11) salah seorang peserta siswa kelas 5 SD Negeri 1 Pamoyanan Kecamatan Plered mengaku bergembira bisa ikut memeriahkan parade egrang di hari jadi kabupatennya. Agis nampak bersemangat menggunakan egrang bersama rekan sekolahnya yang mengirimkan 15 siswa dan 10 guru sebagai peserta, “reuwas pa, manawi teh teu seueur kieu peserta na. Tapi seneng bisa ngiringan” tutur Agis.
Sementara itu, Paul Vega (26) seorang Guru Relawan berkebangsaan Amerika yang ditugaskan mengajar bahasa inggris di SMPN cibatu, mengaku terkesan melihat antusiasme dan kekompakan warga dalam mengikuti event ini, “saya baru 3 bulan di indonesia, melihat ini sangat sempurna, excellent, very very excellent. Di negeri saya tidak ada ini” singkatnya.
Ditemui seusai acara, Bupati purwakarta menegaskan jika sampai saat ini dan sampai kapanpun  Pihaknya tetap konsisten untuk mengangkat budaya dan seni tradisi menjadi bagian utama dalam pembangunan. Karena menurutnya dari budaya melahirkan berbagai kreatifitas yang itu syarat makna filosofisnya untuk bekal membangun dan memimpin.
Egrang salah satunya, memiliki filosofi sebagai permainan tradisi yang bertujuan melatih kekuatan, terutama kekuatan kaki sebagai dasar tumpuan dan harus seirama dengan tangan saat mengangkatkan egrang ini ketika melangkah dan berjalan, “ini mengandung maksud bahwa kaki itu diibaratkan sebagai daerah-daerah dan suku tradisi di Indonesia yang harus memiliki kekuatan akan adat istiadat yang dimilikinya. Sunda harus kuat, Jawa juga, Asmat dan Suku lainnya, agar Indonesia saat melangkah menjadi berirama dan memiliki kebanggaan”, tegas Dedi.
Lebih jauh, dari kegiatan parade egrang ini, Dedi ingin membangun tradisi. Egrang menjadi bagian tradisi permainan anak2 sekarang. Bukan game online, bukan Play Station (PS) yang sekarang mengancam anak-anak dewasa ini, “bukan hanya sebatas fesival semacam ini, tetapi egrang harus menjadi tradisi. Tunggu saja nanti, banyak kreasi-kreasi yang akan ditampilkan di purwakarta terkait membangun tradisi ini” pungkasnya.
Rangkaian Hari Jadi Purwakarta tahun ini dan termasuk 2 tahun kebelakang, memang lebih mengedepankan event yang bertajuk seni budaya tradisi. Jika sekarang Parade Egrang, dan sebelumnya berturut-turut Panggung Seni Budaya Tatar Sunda dan Cirebonan serta Panggung Seni Budaya Nusantara. Maka Sabtu depan (29/06) sebagai puncak acaranya, Purwakarta akan menggelar Seni Tradisi Negara Asean dan Kemilau Cahaya hampir 60 ribu Lampion menerangi langit Purwakarta.
Humas Setda Purwakarta.