Peluang Investasi

Selasa, 19 Juli 2011 - 16:32

Purwakarta saat ini menjadi lokasi pilihan invesatasi yang menarik. Ketersediaan lahan dan akses transportasi menuju Jakarta, Bandung dan daerah lainnya, menjadikan para investor memilih lokasi usaha di Purwakarta.

Sebagai bukti bahwa Purwakarta merupakan lokasi yang tepat untuk investasi, ditunjukkan dengan telah diperolehnya berbagai penghargaan, yaitu:

1. Pada tahun 2004, Kabupaten Purwakarta mendapat anugrah dari KPPOD (KPPOD Award), sebagai kabupaten yang memiliki Daya Tarik Investasi terbaik di Indonesia.

2. Pada tahun 2009, untuk yang kedua kalinya Kabupaten Purwakarta mendapat anugrah penghargaan bergengsi yaitu Investment Award, dengan meraih predikat terbaik juara I (satu) dalam bidang penciptaan iklim iklim investasi terbaik se-Indonesia. Pemberian penghargaan digelar oleh Komita Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Peluang invesati di berbagai bidang dapat dikemukakan sebagai berikut:

 

Bidang Industri

Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 593/SK.629-Bapeda/90 tentang Pemanfaatan Lahan Kawasan Industri di Jawa Barat tanggal 16 Mei 1990, maka untuk Kabupaten Purwakarta dialokasikan lahan Kawasan Industri seluas 2000 ha terdiri dari Kawasan Industri yang terletak di Wilayah Kecamatan Bungursari dengan luas lahan 1000 ha dan di wilayah Kecamatan Babakan Cikao dengan luas lahan 1000 ha. Kondisinya sampai saat ini adalah sebagai berikut:

  • · Alokasi Kawasan Industri di Wilayah Kecamatan Bungursari seluas 1000 ha telah dimanfaatkan dan dibangun oleh PT. Besland Pertiwi, yaitu dijadikan Kawasan Industri Kota Bukit Indah (KBI) Purwakarta, tetapi hingga saat ini kavling-kavling industrinya baru termanfaatkan sekitar seluruhnya, jadi masih terbuka bagi para investor industri untuk dapat memanfaatkan kavling-kavling industri yang masih kosong.
  • · Alokasi Kawasan Industri di Wilayah Kecamatan Babakan Cikao) seluas 1000 ha sampai saat ini belum dimanfaatkan oleh investor Kawasan Industri.

Zona industri merupakan lokasi kegiatan industri di luar kawasan industri yang dialokasikan untuk menampung kegiatan industri besar dan industri menengah. Zona industri ini dialokasikan di wilayah Kecamatan Cibatu dan Kecamatan Bungursari), Kecamatan Babakan Cikao dan Kecamatan Jatiluhur dengan luas lahan yang dialokasikan adalah 3000 ha. Zona industri ini, baru dimanfaatkan oleh investor industri sekitar 25%, sehingga masih cukup luas yaitu sekitar 75% lagi belum dimanfaatkan terutama untuk wilayah Kecamatan Campaka (termasuk Kecamatan Bungursari dan Kecamatan Cibatu) dan Kecamatan Purwakarta (termasuk Kecamatan Babakan Cikao).

Untuk industri kecil/kerajinan dan menengah juga telah disediakan lahan di wilayah Kecamatan Plered dan Tegalwaru, yaitu dialokasikan seluas 1000 ha. Pemanfaatan lahan ini diprioritaskan untuk pengembangan industri kecil/kerajinan dan menengah komoditi keramik hias dan bahan bangunan (genteng, bata dan roster) dan sampai saat ini sudah dimanfaatkan kurang lebih 65%, jadi masih ada peluang 35% lagi bagi para peminat investasi dibidang industri kecil dan menengah tersebut.

Disamping itu, sehubungan dengan cukup besarnya potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kabupaten Purwakarta dan sesuai dengan kebijaksanaan pembangunan Kabupaten Purwakarta khususnya dibidang ekonomi, maka diantaranya akan menumbuhkembangkan industri yang berwawasan lingkungan dengan meningkatkan dan mengembangkan komoditi yang menjadi andalan/unggulan industri Kabupaten Purwakarta, yaitu:

  • · Komoditi pakaian jadi (garment), masih terbuka di kawasan dan zona industri bagi para investor industri besar, menengah dan kecil.
  • · Komoditi benang (non celup), kain (non celup0, komponen elektronika, otomotif, makanan, minuman non CO2 dan bumbu, masih terbuka di kawasan dan zona industri bagi investro industri besar dan menengah.
  • · Komoditi kertas koran dan kertas budaya, masih terbuka di kawasan industri bagi investor industri besar dengan syarat mempunyai sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baik dan memenuhi persyaratan-persyaratan serta peraturan-peraturan yang ditentukan oleh Badan Pengelolaan Dampak Lingkungan (Bapedal).
  • · Komoditi kerajinan kayu peralatan dapur, kerajinan kayu meubeler, genteng, beton, dan paving block, masih terbuka di kawasan dan zona industri bagi investor industri menengah dan kecil.
  • · Komoditi keramik hias, genteng keramik, roster keramik, wayang golek, batako, kue simping, kue basah/kering, tape singkong dan gula Cikeris, masih terbuka di zona industri bagi investor industri menengah dan kecil.
  • · Komoditi pengolahan/pengawetan ikan, daging dan susu, masih terbuka di kawasan dan zona industri bagi investor industri besar.
  • · Komoditi yang diasilkan oleh industri agro-otomotif dan agro-kimia, masih terbuka di kawasan dan zona industri bagi investor industri besar.
  • · Komoditi lainnya yang dihasilkan oleh industri yang mengolah hasil pertanian, masih terbuka di kawasan dan zona industri bagi investor industri besar, menengah dan kecil.

Bidang Pariwisata

Peluang investasi untuk mengembangkan obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Purwakarta masih terbuka luas, misalnya untuk kawasan Wisata Jatiluhur, di masa yang akan datang Jatiluhur akan menjadi Kawasan Wisata yang eksklusif, penuh dengan sarana pariwisata yang memadai, karena telah direncanakan program pengembangan Jatiluhur. Untuk investor swasta diberikan kesempatan dalam pengembangan sarana wisata di Jatiluhur, antara lain fasilitas: Lapangan golf, Marina, Pondok remaja/rumah atlit, Arena pemancingan dan permainan, Pengolahan ikan, Hotel dan Restaurant terapung, Pusat Kerjinan, Desa Wisata, Rekreasi air dan kolam renang, Water park resort, Grass track.

Begitu juga untuk kawasan wisata Danau Cirata, Lahan Cirata tersebar luas di 3 Kabupaten, yaitu Purwakarta, Cianjur dan Bandung. Baik berupa perairan maupun darat yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha di luar ketenagalistrikan didukung pemandangan alam yang menarik bagi suatu kawasan wisata alam.

Lahan darat yang bisa dikembangkan meliputi lahan surutan seluas 270 ha dan lahan darat 330 ha. Kondisi saat ini sebagian sudah ditanami palawija, padi tanaman keras, dll. oleh masyarakat sekitar waduk. Pengembangan potensi lainnya yang lebih luas seperti kepariwisataan, argo bisnis masih terbuka kesempatan bagi investor untuk bekerjasama mengelola aset Cirata.

Bidang Perikanan

Kegiatan usaha perikanan yang terdapat di Kabupaten Purwakarta terdiri dari usaha budidaya ikan dan usaha penangkapan ikan di perairan umum. Usaha budidaya terdiri dari kegiatan pembenihan dan pembesaran yang dilakukan pada kolam air tenang, kolam air deras, sawah dan keramba jaring apung. Sedangkan usaha penangkapan dilakukan di perairan umum (sungai, situ dan waduk) dengan menggunakan alat tangkap ikan.

Tingkat pemanfaatan potensi perikanan selama tahun 2000 pada kegiatan budidaya ikan rata-rata mencapai 50%, sedangkan pada kegiatan penangkapan ikan masih dapat dikembangkan dengan dilakukan konservasi perairan umum. Dengan kata lain kegiatan usaha perikanan masih berpeluang untuk dikembangkan mengingat potensinya yang belum dimanfaatkan secara optimal. Disamping itu faktor geografis Kabupaten Purwakarta yang terletak diantara dua kota besar (Bandung dan Jakarta) yang merupakan pasar produk perikanan.

Kegiatan usaha perikanan yang cukup dominan di Kabupaten Purwakarta adalah usaha budidaya ikan keramba jaring apung (KJA). Jenis ikan yang dipelihara adalah ikan Mas dan Nila. Sedangkan kegiatan lainnya yang cukup dominan adalah pembenihan yang dilakukan pada kolam air deras, jenis ikan yang dipelihara adalah ikan Mas dan Nila.

Usaha perikanan, nila, mas, ikan patin berada di Kecamatan Wanayasa, Jatiluhur, Pasawahan, Purwakarta, Maniis, Bojong, Pondok Salam, Plered, Kiarapedes, Darangdan dan Kecamatan Sukatani.

Bidang Pertanian

Peluang investasi bidang pertanian di kabupaten Purwakarta cukup terbuka, salah satunya adalah Pertanian yang mengarah ke agro-industri dan agri-bisnis. Yang ditunjang dengan kebijakan pokok, yaitu peningkatan produksi dan penataan distribusi komoditas pertanian dan peningkatan daya saing.

Orientasi di bidang pertanian adalah menciptakan pertanian maju, tangguh, berkebudayaan industri, berorientasi agribisnis, berbasis pedesaan dan berwawasan lingkungan. Proses dan produk pertanian yang bebas dari pestisida (tanaman organik) merupakan kebijakan yang menjadi prioritas saat ini di Kabupaten Purwakarta.

Di Kabupaten Purwakarta terdapat wilayah yang merupakan sentra produksi pertanian. Misalnya Kecamatan wanayasa yang menjadi sentra produksi pertanian dengan komoditas seperti ketela rambat, kacang tanah, kedelai, lombok, manggis pisang, bawang putih, kubis, labu siam, melon. Dengan kata lain, Potensi hasil alam Kab. Purwakarta mempunyai peluang usaha cukup banyak, misalnya pisang, pala, teh dan lain-lain. Hasil alam ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber mata pencahariannya dengan mengolah hasil alam tersebut menjadi produk yang mempunyai nilai tambah.

Usaha sektor tanaman pangan, padi, jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar tersebar di seluruh kecamatan. Sedangkan usaha sektor perkebunan, the, lada, cengkeh, pala, kopi, karet dan kelapa terletak di Kecamatan Bojong, Tegalwaru dan Maniis.

Bidang Peternakan

Permintaan pasar terhadap hasil produk bidang peternakan di Kabupaten Purwakarta yang dominan adalah sapi, domba dan DOC (anak ayam). Telah diperhitungkan permintaan terhadap sapi, baik untuk dipotong/penyediaan daging lokal, maupun dikirim hidup ke luar Kabupaten Purwakarta pertahunnya jauh lebih besar daripada ketersediaan secara lokal, kekurangan tersebut selama ini dipasok dari sentra-sentra/daerah produsen ternak yaitu Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dll. Kekurangan tersebut merupakan peluang untuk investasi di bidang peternakan sapi potong yang tata ruangnya telah diatur di Kecamatan Darangdan.

Begitupun dengan ternak domba yang merupakan komoditas unggulan, kebutuhan setiap tahunnya tercatat lebih besar (baik untuk pemotongan lokal, penyediaan hari Raya Qurban maupun untuk dikirim ke luar kabupaten )daripada yang bisa dipasok secara lokal. Kekurangan tersebut selama ini didatangkan dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Subang. Kekurangan ini juga merupakan peluang untuk investasi dibidang ternak domba dan tata ruang untuk usaha ini juga ditempatkan di Kecamatan Darangdan.

Usaha peternakan sapi potong berada di Kecamatan Cibatu, Campaka, Bungursari, Sukatani, Babakan Cikao, Tegal Waru dan Maniis. Usaha peternakan sapi perah berada di Kecamatan Wanayasa. Sedangkan usaha peternakan domba, ayam ras pedaging berada di Kecamatan Wanayasa, Darangdan, Bojong, Plered, Maniis, Purwakarta, Campaka dan Jatiluhur.