Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (MUSRENBANG – RKPD) Kabupaten Purwakarta Tahun 2014

Selasa, 19 Maret 2013 - 15:50

[Purwakarta] Untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah dengan arah kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan daerah, propinsi maupun pusat serta mengkalrifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah, Pemkab Purwakarta menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (MUSRENBANG – RKPD) Kabupaten Purwakarta Tahun 2014 dengan mengambil tema ”nanjeurkeun hirup nu hurip”, Pada hari Selasa (19/3) di Bale Sawala Yudistira Kabupaten Purwakarta. Musrenbang tersebut turut dihadiri oleh Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Purwakarta, Pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta, Ketua Komisi I, II, III dan IV DPRD Kabupaten Purwakarta, Kepala Bappeda Propinsi Jawa Barat, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah II Jawa Barat, SEKDA Purwakarta, Pejabat Eselon II,III dan IV, Kepala OPD, Kepala Camat, Rektor Perguruan Tinggi di Purwakarta, Pimpinan BUMN dan BUMD di Purwakarta, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan, Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama, Utusan Delegasi Musrenbang Kecamatan.

 Menurut Laporan Panitia dan juga Kepala bappeda Purwakarta Ir. H. Tri. Hartono, MM mengungkapkan Musrenbang RKPD tersebut  sebagai wahana antar pihak – pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program kegiatan pembangunan daerah sebagai perwujudan dari pendekatan parsipatif perencanaan pembangunan daerah, serta membangun komitmen bersama diantara stokeholder.
“ diharapkan mampu menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah dengan arah kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan daerah, propinsi maupun pusat, mengkalrifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah pada sedangkan outputnya adalah daftar prioritas program dan kegiatan pembangunan berdasarkan Sumber pembiayaan APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN”. ungkapnya.
Sedangkan menurut Bupati mengungkapkan bahwa pembangunan harus mempunyai ruh, karena menurutnya bahwa pembangunan merupakan optimalisasi dari kebudayaan.
“ pembangunan hari ini merupakan wujud dari berbagai pemikiran, ide – ide serta gagasan yang bertujuan untuk membangun peradaban, karena pada dasarnya pembangunan mempunyai arti bagaimana kita mengoptimalisasi sebuah kebudayaan serta mengembangkan potensi yang ada karena pada dasarnya pembangunan harus mempunyai ruh atau esensi yang bisa bermanfaat untuk masa depan sehingga harus ada komitmen dalam membangun visi pembangunan”. Ujarnya.
Selain itu dalam pendidikan Bupati mengharapkan agar sekolah bisa menghasilkan inovasi serta memberikan kebebasan pada siswa sehingga siswa tidak merasa terbebani dan bisa berdampak pada perkembangan masa depannya, Bupati pun menjelaskan bahwa pada ajaran baru nanti Pemkab Purwakarta akan mengupayakan sekolah dasar Sembilan tahun serta toilest setiap kelas selain mendorong peternakan untuk siswa sekolah dasar.
“ pemkab akan tetap berkomitmen untuk membangun  pendidikan yang berkarakter, pendidikan yang mampu mengahsilkan generasi yang cerdas dan hebat dan berkultur lokal serta produktif dan juga sekolah harus bisa membuat inovasi serta membangun jiwa enterpreaunership sehingga disetiap sekolah para guru diharapkan bisa mengembangkan potensi siswanya, sudah tidak perlu mengejar target karena akan hanya membebani siswa saja akan tetapi memberikan pendidikan yang aplikatif, ajarkan intuisi sehingga siswa sejak dari kecil membangun jiwa berusahanya, sedangkan untuk ajaran baru nanti saya akan upayakan agar sekolah sd dipurwakarta menjadi sekolah dasar Sembilan tahun, serta membangun setiap kelas satu toilet serta upaya membangun peternakan dan tenun yang dikembangkan oleh para siswa SD sehingga kedepan para anak – anak ini kegiatan sehari – harinya berkegiatan produktif bukan konsumerisme yang apabila dibiarkan bisa membuat bangsa ini bangkrut”. Tegasnya.
Selain membangun system pendidikan, Bupati juga mengharapkan koordinasi antar lembaga, sebagai upaya membangun Sembilan tangga cinta Purwakarta istimewa, dimana dalam program tersebut berupa kebijakan seperti perbaikan rumah rakyat miskin, perlingungan kesehatan masyarakat hingga investasi jangka panjang.
“kita harus membangun dengan berbagai lembaga diantarabya upaya bagaimana kita membangun cita – cita purwakarta istimewa bisa dicapai, sehingga pemkab harus bisa berkoordinasi dengan aparat kepolisian seputar lalu lintas di Purwakarta, membangun berbagai pelayanan public, perlindungan masyarakat hingga ekonomi jangka panjang seperti pembangunan ekonomi masyarakat, pembangunan rumah rakyat miskin hingga pelayanan public yang mudah dan ramah kepada masyarakat .” Ujarnya.
Dalam akhir sambutan, Bupati meyakini bahwa purwakarta akan menjadi kota perubahan, dengan mengembangkan potensi yang ada serta harus ada perubahan mindset berpikir masyarakat salah satunya yang terkecil adalah menjaga lingkungan,mencintai sesame serta seluruh birokrasi bisa membangun kepuasan public, karena menurut Bupati pembangunan berhasil ketika adanya kepuasan public.
(HUMAS PEMKAB PURWAKARTA)