KEMENAG AKUI BUPATI PURWAKARTA JALANKAN SYARIAT ISLAM

Kamis, 16 Mei 2013 - 14:39
logo kementrian agama

(Purwakarta) Dimata kepala kementerian Agama (Kemenag) kantor Purwakarta, Bupati Purwakarta merupakan sosok yang benar-benar menjalankan syariat islam sebagaimana rasulallah SAW mengajarkan pentingnya keberpihakan negara pada kaum mustad’afin. “pak dedi itu pemimpin kultur sunda yang tahu betul syariat islam. Bagaimana negara dalam hal ini pemkab melindungi warganya dengan jaminan kesehatannya di rumah sakit. Dengan merehab rumah-rumah orang miskin dan berbagai terobosan kebijakan yang berpihak pada kaum miskin”, jelas Maman Sulaeman, Kepala Kemenag kantor Purwakarta disela acara Gebyar Kreasi Seni Siswa SD Plus Al-Muhajirin di lapang komplek SD tersebut kamis (16/05) pagi.

Lebih jauh Maman beranggapan, yang paling esensi dari terobosan kebijakan Bupati Purwakarta adalah melakukan pemangkasan berbagai anggaran belanja pemerintah dalam hal ini belanja pegawai dan belanja kantor, sementara hasil pemangkasannya dialihkan untuk kepentingan belanja publik dan masyarakat. kebijakan ini diharapkan menghasilkan anggaran untuk publik lebih besar daripada untuk kebutuhan pegawai pemerintah. Konsep seperti ini sama persis dengan ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW tentang pengelolaan zakat, dimana pengelolaan zakat mengharuskan pembagian-pembagian penerima zakat (mustahiq) yang terbagi dalam 8 Ashnaf dan salah satunya adalah pengelola zakat, yakni Pemerintah sendiri. “Jadi Pemerintah (pegawai) sebenarnya hanya mendapatkan 1/8 dari zakat yang dikumpulkan. Termasuk Pemerintah Daerah Purwakarta dalam pengelolaan APBD hanya mendapatkan 1/8 dari total APBD, 7/8 sisanya adalah untuk kepentingan dan kebutuhan Publik / Masyarakat. inilah yang dilakukan Bupati Purwakarta kita walaupun belum sepenuhnya mencapai 7/8 APBD terserap untuk masyarakat.”

Terkecuali itu, Maman berandai – andai jika seluruh Pimpinan daerah di Indonesia ini mempunyai paradigma berpikir dan terobosan kebijakan seperti Bupati kita, niscaya uang Negara ini yang berasal dari masyarakat akan sepenuhnya termanfaatkan oleh masyarakat tanpa terbuang percuma untuk kegiatan-kegiatan kepegawaian Pemerintah yang tidak terlalu penting.

Acara Gebyar Kreasi  Seni Siswa SD Plus Al-Muhajirin dibuka oleh Kepala Kementrian Agama Kantor Kabupaten Purwakarta, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta, Drs. Asep Surya, Ketua MUI Kabupaten Purwakarta dan Guru – guru SD Plus Al-Muhajirin serta orang tua siswa SD tersebut.

 

Humas Setda Purwakarta