30 Apr 10:20

Kultum Bupati Purwakarta Untuk Jama’ah Mesjid Agung Baing Yusuf Purwakarta

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi malam ini Senin (6/6) didapuk oleh Dewan Kemakmuran Mesjid Baing Yusuf Purwakarta untuk menyampaikah Kultum. Kuliah Tujuh Menit yang biasa dilakukan sebelum salat tarawih berjamaah ini biasanya diisi oleh pengurus DKM setempat. Namun karena pihak DKM Mesjid yang didirikan oleh Raden Haji Muhammad Yusuf ini melihat kehadiran Bupati, sontak kesempatan taushiah pun diberikan kepada pria yang selalu tampil nyentrik dengan menggunakan pakaian khas sunda meskipun dalam salat ini.

Dalam kuliah taushiah singkatnya didepan jamaah yang terdiri dari masyarakat Purwakarta bahkan ada pula yang berasal dari Cianjur dan Bekasi, Dedi mengajak agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum perenungan diri. Dedi yang sejak remaja selalu mengisi taushiah di mesjid kampung ini menekankan agar sesama umat Islam bahkan sesama manusia tidak boleh saling menyalahkan karena perbedaan pandangan dalam cara beragama. “Sudah seharusnya dalam bulan yang suci ini kita lebih banyak melihat ke dalam diri kita, bukan keluar diri kita. Sehingga hasil perenungan itu dapat menjadi mutiara-mutiara hikmah untuk kita sendiri agar kita mampu menjadi Insan yang Fitri. Semoga saja”. Kata Dedi yang disambut dengan sahutan “Amin” dari seluruh jamaah yang hadir

Selain itu, Dedi juga mengimbau kepada seluruh jamaah agar melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah. Atas dasar inilah ia kemudian menterjemahkan peraturan agar seluruh pegawai di Purwakarta masuk kerja mulai jam 06.30 WIB dan pulang kerja jam 13.30 WIB. Tak berhenti sampai disana, Dedi pun meliburkan seluruh pelajar selama menjalani ibadah bulan suci Ramadhan. “Ramadhan kali ini juga harus menjadi ruang bagi kita agar meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Melalui orientasi ini saya tetapkan peraturan jam kerja selama bulan Ramadhan dan seluruh sekolah diliburkan”. Imbau Dedi dalam mau’idzoh hasanah yang dia sampaikan.

Bagi Bupati yang tengah menjalani masa jabatan untuk periode yang kedua ini, puasa bukan sekedar memikirkan menu makan sahur dan berbuka. Tetapi puasa harus dapat menjadikan diri kita memperoleh nilai tambah ketaqwaan dihadapan Allah. Saat kebutuhan material saja yang dipikirkan selama puasa, maka yang terjadi adalah kenaikan harga bahan pokok karena permintaan terhadap komoditas pangan meningkat tajam. Beda halnya ketika seluruh masyarakat fokus menjalankan kontemplasi selama berpuasa. “Kalau yang dipikirkan cuma makan dan minum maka bersiaplah kita menghadapi kenaikan harga barang. Maka nilai yang diajarkan oleh puasa adalah berhemat termasuk menghemat makanan dan minuman. Kalau ada lebih boleh disedekahkan kepada tetangga yang mengalami kekurangan”. Katanya masih dalam taushiah.

Setelah memberikan taushiah, Dedi bersama seluruh jamaah yang lain menjalankan salat tarawih di Mesjid Agung Baing Yusuf Purwakarta sebanyak 23 rakaat. (*)

Tag