30 May 16:03

Kampung Tajur Purwakarta, Desa Wisata Berbasis Ekoturisme

Berlibur ke Purwakarta, mungkin bagi mayoritas warga perkotaan masih belum menjadi pilihan. Padahal, Purwakarta memiliki banyak potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya Desa Wisata Kampung Tajur.

Image by: Bayoe

Tempat wisata yang terletak di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Jawa Barat ini, menawarkan konsep wisata berbasis ekoturisme dan kearifan lokal. Di mana alam, lingkungan, dan budaya menjadi objek utama dari wisata ini. Mungkin memang belum se-familiar kawasan Puncak Bogor atau daerah Bandung, namun dengan konsep wisata yang ditawarkan, rasanya tempat ini sangat cocok untuk Anda yang membutuhkan ketenangan dari hiruk-pikuk perkotaan.

Desa Wisata Kampung Tajur ini telah dibangun sejak tahun 2004. Kala itu, Wakil Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang kini menjabat sebagai Bupati Purwakarta, menjadikan Kampung Tajur sebagai Desa Wisata. Sejak saat itu Kampung Tajur ramai didatangi pengunjung. Menurut Sekretaris Desa Pasanggrahan Syarif Sohibul Firdaus di tahun 2015 tercatat ada 6.327 orang berkunjung ke Kampung Tajur.

Image by: Bayoe

Untuk berkunjung ke Desa Wisata Kampung Tajur cukuplah mudah. Jika datang dari arah Jakarta, kita hanya butuh waktu 2,5 jam untuk sampai di tempat tujuan. Jarak tempuhnya sekitar 35 kilometer dari pusat kota Purwakarta. Dari pusat kota Purwakarta kita harus menuju ke arah Kecamatan Darangdan. Setelah sampai di pertigaan Sawit Kecamatan Darangdan, kita belok kiri. Kemudian, ikuti jalan tersebut sampai bertemu dengan gapura dan papan petunjuk Madrasah Aliyah. Tidak jauh dari gapura, pada ujung jalan kita akan ketemu dengan kantor Desa Pesanggrahan. Nah dari kantor desa itu jarak ke Kampung Tajur kurang lebih hanya 1 kilometer.

Image by: Bayoe

Untuk bisa masuk Kampung Tajur, kita membutuhkan kendaraan kecil. Jika kita membawa kendaran besar atau kendaran yang tidak memungkinan masuk (bus misalnya), kendaraan itu hanya bisa sampai di Kantor Desa Pesanggrahan. Namun tidak perlu khawatir, karena di sana ada angkutan warga yang siap mengantar Anda ke Kampung Tajur.

Mulai memasuki Kampung Tajur, sepanjang perjalanan mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan gunung Burangrang yang dikelilingi persawahan hijau. Ditambah hembusan udara yang sejuk, serta gemercik air gunung yang mengalir ke rumah-rumah warga, semakin menambah kesan asrinya desa ini. Tentunya nuansa seperti ini tidak dapat kita temukan di perkotaan.

Sesampainya di Kampung Tajur, kita akan melihat rumah-rumah berbentuk panggung. Penduduk di sini menyebutnya dengan istilah rumah adat Julang Ngapak. Rumah adat berbentuk panggung ini memiliki kontruksi rumah yang terdiri dari kayu dan anyaman bambu sebagai bahan utamanya. Rumah adat inilah yang biasanya digunakan para pengunjung untuk menginap dan mengikuti program homestay.

Homestay dan Kearifan Lokal

Homestay di rumah adat, menjadi program unggulan yang ditawarkan Desa Wisata Kampung Tajur ini. Setidaknya dari 120 rumah yang ada di Kampung Tajur, terdapat 42 rumah yang biasa dijadikan tempat homestay. Di mana setiap rumah memiliki dua kamar yang bisa digunakan para pengunjung. Masing-masing kamarnya rata-rata berukuran 2x3 meter, jadi bisa ditempati satu-dua orang. Kita bebas memilih rumah mana yang ingin ditempati, selama rumah itu belum ditempati pengunjung lain. Jadi Anda tidak perlu khawatir, tidak kebagian kamar yang layak.

Image by: Bayoe

Ketika sudah memilih rumah mana yang ingin ditempati, Anda kemudian akan diatar menuju rumah tersebut dan sudah bisa langsung memasuki rumah tanpa harus mengurus administrasi yang rumit. Setibanya di tempat homestay, kita akan disambut dengan ramah dan hangat oleh si pemilik rumah. Jangan kaget jika si pemilik rumah akan melayani layaknya Anda seorang tamu istimewa. Tak jarang, si pemilik rumah menyuguhi makan-makan khas pedesaan yang sederhana namun bisa membuat lahap selera makan Anda.

Layaknya tinggal di pedesaan, di program homestay ini Anda akan mengikuti aktivitas dari sang pemilik rumah. Misalnya sang pemilik rumah adalah seorang petani, maka kita akan ikut pergi ke kebun untuk bercocok tanam. Begitupun misalnya sang pemilik rumah adalah peternak, maka kita juga akan ikut menggembalakan hewan ternaknya di padang rumput. Tentunya, aktivitas seperti ini akan membuat pengalaman Anda berkesan.

Tinggal menetap di Kampung Tajur, kita akan mendapatkan bonus. Bonusnya adalah bisa menyaksikan kearifan lokal yang masih terjaga. Salah satunya adalah tradisi Tetunggulan. Tetunggulan merupakan suatu kegiatan tradisional menumbuk padi dalam suatu tempat yang bisa menghasilkan bunyi-bunyian. Kegiatan Tetunggulan ini biasanya dimainkan oleh ibu-ibu berusia senja.

Image by: Bayoe

Selain tetunggulan, kearifan lokal yang masih bisa kita saksikan di Kampung Tajur adalah kegiatan memasak dengan memakai peralatan tradisional (kayu bakar). Meskipun ada juga yang sudah menggunakan gas bantuan dari pemerintah, tapi mayoritas masyarakat di sini masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak. Kearifan lokal seperti ini tentunya semakin membuat Anda bersyukur bisa berkunjung di Kampung Tajur.

Di luar program homestay dan kearifan lokal yang bisa kita nikmati, Desa Wisata Kampung Tajur juga menawarkan program-program lainnya. Seperti menangkap ikan di empang, pelatihan membuat kerajinan tangan dari barang bekas, hingga tracking menelusuri tempat-tempat dengan pemandangan bagus untuk berfoto-ria. Semuanya ini bisa dinikmati pengunjung tanpa harus menguras kocek yang besar.

Untuk setiap masing-masing program di Desa Wisata Kampung Tajur sebenarnya belum ada tarif yang baku. Namun biasanya untuk program homestay pengunjung cukup membayar uang sebesar dua-tiga ratus ribu rupiah perorang. Uang ini sudah termasuk biaya konsumsi yang kita makan selama tinggal di homestay. Sedangkan untuk program tambahan seperti menangkap ikan di empang dan pelatihan kerajinan tangan dari barang bekas, pengunjung perorang biasanya membayar kisaran lima puluh ribu-seratus ribu rupiah permasing-masing kegiatan. Dengan pengalaman yang berkesan dan pelayanan yang diberikan, rasanya besaran uang yang dikeluarkan akan terbayar oleh itu semua.

Untuk saat ini, memang Desa Wisata Kampung Tajur belum banyak dikenal. Tapi jika melihat potensi yang ditawarkan, Desa Wisata Kampung Tajur Purwakarta bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu liburan dengan sudut pandang yang baru.

Tag