30 Apr 10:26

Guru Madrasah Kota Tasikmalaya Puji Program Dedi Mulyadi di Purwakarta

Puluhan perwakilan Guru Madrasah Kota Tasikmalaya hari ini Kamis (20/4) mendatangi kantor Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Jalan Gandanegara No 25. Kedatangan mereka ini bertujuan dalam rangka diskusi dan tabayyun tentang kultur Sunda yang menjadi falsafah pembangunan di Purwakarta.

Selama ini, para Guru Madrasah tersebut mengaku hanya mengetahui kiprah Bupati yang juga budayawan Sunda tersebut melalui akun-akun media sosial. Oleh karenanya, pertemuan langsung dengan Dedi Mulyadi kali ini dianggap perlu agar kabar tentang program Dedi Mulyadi di Purwakarta dapat terklarifikasi secara langsung.

Usai pertemuan, Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya, Asep Rizal Ashari mengatakan dari sejak memasuki halaman Kantor Bupati Purwakarta, dirinya merasakan suasana nyaman dan asri. Terlebih, bangunan kantor pemerintah tersebut memang sengaja dirancang dengan menggunakan arsitektur khas Sunda.

Informasi yang menyebut bahwa Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi merupakan pribadi yang memiliki wawasan Kesundaan sekaligus memiliki  sikap filantropis pun diakui oleh Asep sudah terkonfirmasi melalui pertemuan kali ini.

“Pertama saya rasakan suasana lingkungan yang nyaman disini, teduh dan artistik. Ini bisa menjadi ruang inovasi bagi kami selaku Guru Madrasah. Terus kemudian, Kang Dedi ini orangnya open banget, low profile, enak diajak ngobrol. Barusan saja kami diajak bicara tentang pendidikan dan kesundaan. Alhamdulillah, menjadi motivasi bagi kami,” jelas Asep.

Dedi pun dinilai oleh Asep, memiliki kepedulian tinggi terhadap program berbasis Keislaman. Hal ini dibuktikan dengan kebijakan pembelajaran Kitab Kuning yang diselenggarakan oleh sekolah umum di Purwakarta. Selain itu, penerapan kebijakan Islam Kultur pun dinilai efektif yakni berupa kebijakan penggunaan kain sarung bagi para pegawai dan pelajar setiap hari Jum’at.

“Saya buktikan sendiri disini bahwa info yang biasa di share oleh Kang Dedi di sosmed-nya itu benar, mungkin orang berkomentar miring itu karena tidak faham. Kang Dedi berhasil menghadirkan aura, kami merasa dirangkul oleh beliau,” ucapnya.

Asep juga mengaku akan menindaklanjuti hasil pertemuan kali ini dalam acara Festival Guru Madrasah yang akan digelar pada awal Mei mendatang di Kota Tasikmalaya. Ia pun sempat menegaskan tidak memiliki kekhawatiran jika ada anggapan bahwa kegiatannya itu merupakan kegiatan politik.

“Ah gak khawatir, ini murni apresiasi kami atas program Kang Dedi, kita siap kumpulkan Guru Madrasah se Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap ajaran Islam dan falsafah kesundaan. Keduanya menurut dia, memiliki hukum pengelolaan terhadap lingkungan sekitar yang baik.

“Mun teu ngagem Islam jeung ngagem Sunda, pasti manggih balai (Jika tidak memegang teguh ajaran Islam dan ajaran Sunda pasti mendapat bencana.Red). Longsor, banjir, panyakit, kerusakan lingkungan. Ini tujuan penciptaan manusia oleh Allah,” ujar Dedi. (*)