27 Jul 01:33

Disebut Ditolak Rumah Sakit Bayu Asih, Begini Penjelasan Ayahanda Pasien Pemegang KIS

Posted by: Humas Purwakarta in Berita
Husen (10) anak dari pasangan Oman (34) dan Enoh (39) adalah pemegang Kartu Indonesia Sehat. Ia dikabarkan ditolak untuk berobat oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta. Bukan hanya itu, kabarnya, anak yang masih duduk di Kelas IV Sekolah Dasar itu tidak mendapatkan perawatan dan hanya diberikan resep oleh rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta tersebut.
Ayahanda Husen, Oman (34) saat ditemui di Rumah Sakit Bhakti Husada, Sabtu (15/7) di wilayah Kecamatan Campaka menuturkan kejadian sebenarnya. Pada bulan Ramadhan lalu, anaknya diketahui bermain lodong (meriam mainan terbuat dari bambu.red). Untuk menyalakan lodong tersebut, dibutuhkan bahan bakar berupa bensin yang biasanya dimasukan ke dalam botol air minum.
Husen yang saat itu memegang korek api, secara tak sengaja menyalakan korek api. Sontak saja, tutup botol air minum yang dibuka oleh temannya segera disambar oleh percikan api yang muncul dari korek. Akibat kejadian ini, Husen menderita luka bakar serius. Pihak keluarga kemudian segera membawanya ke Rumah Sakit Bayu Asih.
Sampai di Bayu Asih, ruangan di rumah sakit itu diketahui penuh. Selain akibat banyaknya pasien, juga karena proses renovasi yang tengah dilakukan oleh rumah sakit tersebut. Husen kemudian dirawat di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit yang memberlakukan Program Jaminan Kesehatan Gratis untuk seluruh masyarakat Purwakarta itu.
“Kami masuk IGD, diperiksa oleh dokter jaga dan sempat beberapa saat setelahnya dikasih resep obat. Tetapi, karena ruang perawatan penuh, sebagian besar sedang direnovasi, kami minta rujukan kesini (Rumah Sakit Bhakti Husada.red),” jelas Oman.
Menurut Oman, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga telah mengetahui kejadian yang dialaminya. Hari ini pun dia dikunjungi oleh staffnya dan diberikan bekal untuk biaya pengobatan dan biaya makan selama anaknya dirawat di rumah sakit.
“Alhamdulillah, ada staff Pak Bupati tadi datang berkunjung, kami diberikan bekal untuk biaya selama disini,” katanya menambahkan.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih pun memberikan klarifikasnya. Menurut Wakil Direktur RSUD Bayu Asih, Asep Gumelar mengatakan tidak benar jika pasien yang memiliki Kartu Indonesia Sehat ditolak oleh instansinya. Ia berujar selalu memberikan pelayanan prima kepada setiap pasien yang membutuhkan pengobatan.
“Setiap pasien, baik itu KIS, JAMPIS, atau pasien umum selalu kita terima. Ada tindakan kami saat ruangan penuh, misalkan dirujuk ke rumah sakit lain. Kalau ruangan tidak penuh tentu kami rawat disini,” pungkasnya saat dihubungi. (*)